Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga terus mendorong bank sampah selaku mitra binaan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mengumpulkan minyak jelantah untuk pengelolaan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan saat ini kegiatan pengumpulan minyak jelantah dilakukan tiga bank sampah binaan Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap yakni Beo Asri, Abhipraya, dan Cahaya Asri.
Menurut dia, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, melalui pengumpulan minyak jelantah, masyarakat tidak hanya memperoleh nilai ekonomi dari limbah rumah tangga, tetapi juga turut berkontribusi mengurangi pencemaran lingkungan.
"Hal ini juga sejalan dengan semangat Pertamina Patra Niaga dalam memanfaatkan minyak jelantah sebagai salah satu bahan baku Bioavtur atau sustainable aviation fuel (SAF) yang ramah lingkungan," ujar dia.
Kitty melanjutkan keberhasilan pengelolaan minyak jelantah tidak terlepas dari peran berbagai pihak yang terlibat.
"Pengelolaan minyak jelantah membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, pendampingan yang berkelanjutan, serta terbukanya akses penyaluran hasil pengumpulan. Melalui kolaborasi tersebut, limbah rumah tangga dapat dikelola secara lebih bertanggung jawab dan memiliki nilai guna yang lebih besar," katanya menambahkan.
Sebelumnya, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengapresiasi keterlibatan ibu-ibu dan komunitas dalam mengelola minyak jelantah saat berkunjung ke Kilang Cilacap, Jawa Tengah, Senin (26/10).
Menurut dia, inisiatif dari lingkungan rumah tangga tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan upaya menciptakan nilai ekonomi.
"Saya mengapresiasi peran ibu-ibu dan komunitas di Cilacap yang telah berkontribusi dalam pengelolaan minyak jelantah. Ini menunjukkan bahwa kegiatan sederhana yang dimulai dari rumah bisa terhubung dengan inovasi energi nasional dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," kata Wapres Gibran.
Ketua Bank Sampah Cahaya Asri Rumdani Prapti Sumiwi menceritakan pengumpulan minyak jelantah di Kelurahan Tegal Kamulyan, Cilacap, tersebut awalnya untuk menjawab persoalan lingkungan.
"Setelah mendapat penjelasan dari Pertamina bahwa minyak jelantah memiliki nilai jual, kami semakin semangat mengumpulkannya. Alhamdulillah, lingkungan menjadi lebih bersih, ekonomi juga meningkat," ujar dia.
Bank Sampah Cahaya Asri mampu mengumpulkan sekitar 50-60 kilogram minyak jelantah setiap bulan.
Sementara itu, Ketua Bank Sampah Abhipraya Herry Yanto menjelaskan kelompoknya telah menjalankan kegiatan pemilahan sampah di Kelurahan Kutawaru, sejak 2019 sebelum dikembangkan melalui program pembinaan Pertamina Patra Niaga.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina Patra Niaga karena anggota kami telah mendapatkan edukasi, pembinaan, dan fasilitasi yang sangat membantu perkembangan bank sampah," katanya.
Sementara itu, Direktur Bank Sampah Beo Asri Sri Widowati juga menyampaikan Pertamina Patra Niaga telah memberikan dukungan berupa pembinaan, pelatihan, serta bantuan sarana dan prasarana untuk memperkuat kapasitas kelompok.
"Harapan kami, dukungan ini dapat terus berlanjut, sehingga bank sampah dapat semakin berkembang dan meningkatkan kesejahteraan," ujar dia.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan saat ini kegiatan pengumpulan minyak jelantah dilakukan tiga bank sampah binaan Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap yakni Beo Asri, Abhipraya, dan Cahaya Asri.
Menurut dia, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, melalui pengumpulan minyak jelantah, masyarakat tidak hanya memperoleh nilai ekonomi dari limbah rumah tangga, tetapi juga turut berkontribusi mengurangi pencemaran lingkungan.
"Hal ini juga sejalan dengan semangat Pertamina Patra Niaga dalam memanfaatkan minyak jelantah sebagai salah satu bahan baku Bioavtur atau sustainable aviation fuel (SAF) yang ramah lingkungan," ujar dia.
Kitty melanjutkan keberhasilan pengelolaan minyak jelantah tidak terlepas dari peran berbagai pihak yang terlibat.
"Pengelolaan minyak jelantah membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, pendampingan yang berkelanjutan, serta terbukanya akses penyaluran hasil pengumpulan. Melalui kolaborasi tersebut, limbah rumah tangga dapat dikelola secara lebih bertanggung jawab dan memiliki nilai guna yang lebih besar," katanya menambahkan.
Sebelumnya, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengapresiasi keterlibatan ibu-ibu dan komunitas dalam mengelola minyak jelantah saat berkunjung ke Kilang Cilacap, Jawa Tengah, Senin (26/10).
Menurut dia, inisiatif dari lingkungan rumah tangga tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan upaya menciptakan nilai ekonomi.
"Saya mengapresiasi peran ibu-ibu dan komunitas di Cilacap yang telah berkontribusi dalam pengelolaan minyak jelantah. Ini menunjukkan bahwa kegiatan sederhana yang dimulai dari rumah bisa terhubung dengan inovasi energi nasional dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," kata Wapres Gibran.
Ketua Bank Sampah Cahaya Asri Rumdani Prapti Sumiwi menceritakan pengumpulan minyak jelantah di Kelurahan Tegal Kamulyan, Cilacap, tersebut awalnya untuk menjawab persoalan lingkungan.
"Setelah mendapat penjelasan dari Pertamina bahwa minyak jelantah memiliki nilai jual, kami semakin semangat mengumpulkannya. Alhamdulillah, lingkungan menjadi lebih bersih, ekonomi juga meningkat," ujar dia.
Bank Sampah Cahaya Asri mampu mengumpulkan sekitar 50-60 kilogram minyak jelantah setiap bulan.
Sementara itu, Ketua Bank Sampah Abhipraya Herry Yanto menjelaskan kelompoknya telah menjalankan kegiatan pemilahan sampah di Kelurahan Kutawaru, sejak 2019 sebelum dikembangkan melalui program pembinaan Pertamina Patra Niaga.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina Patra Niaga karena anggota kami telah mendapatkan edukasi, pembinaan, dan fasilitasi yang sangat membantu perkembangan bank sampah," katanya.
Sementara itu, Direktur Bank Sampah Beo Asri Sri Widowati juga menyampaikan Pertamina Patra Niaga telah memberikan dukungan berupa pembinaan, pelatihan, serta bantuan sarana dan prasarana untuk memperkuat kapasitas kelompok.
"Harapan kami, dukungan ini dapat terus berlanjut, sehingga bank sampah dapat semakin berkembang dan meningkatkan kesejahteraan," ujar dia.






Komentar (0)