HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Karang Taruna Sulsel mengerahkan 100 kader untuk memperkuat peran generasi muda dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial.
Keterlibatan tersebut diarahkan untuk mendukung transformasi digitalisasi bantuan sosial, pendampingan keluarga penerima manfaat (KPM), hingga penjangkauan siswa Sekolah Rakyat.
Langkah ini menjadi bagian dari partisipasi Karang Taruna dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS), terutama dalam memperluas jangkauan pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sebanyak 100 kader tersebut dijadwalkan mengikuti kegiatan bertajuk Penguatan Kapasitas PSKS Perorangan dan Kelembagaan dalam Mendukung Transformasi Digitalisasi Bantuan Sosial, Pendampingan KPM Menuju Graduasi Sejahtera serta Penjangkauan Siswa Sekolah Rakyat pada 26–29 Oktober 2026.
Ketua Karang Taruna Sulsel Harmansyah mengatakan bahwa keterlibatan kader dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan organisasi terhadap upaya pemerintah memperkuat penyelenggaraan kesejahteraan sosial.
Menurutnya, Karang Taruna memiliki ruang untuk mengambil peran lebih luas, tidak hanya dalam kegiatan kepemudaan, tetapi juga melalui pemberdayaan masyarakat, pendampingan sosial, dan penguatan kepedulian terhadap kelompok rentan.
“Keterlibatan Karang Taruna merupakan bentuk partisipasi kami dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan unsur Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial. Kami berharap kader dapat mengambil peran nyata dalam mendukung program-program kesejahteraan masyarakat,” kata Harmansyah.
Harmansyah menjelaskan bahwa penguatan kapasitas PSKS menjadi penting seiring dengan upaya meningkatkan efektivitas pelayanan sosial.
Keterlibatan berbagai elemen masyarakat dibutuhkan agar program pemerintah tidak hanya terlaksana secara administratif, tetapi juga dapat menjangkau kelompok sasaran secara lebih luas.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah transformasi digitalisasi bantuan sosial. Pemanfaatan sistem digital diharapkan dapat mendukung proses pelayanan yang lebih efektif.
Namun, pelaksanaannya juga membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang mampu mendampingi masyarakat dalam memahami dan mengakses layanan tersebut.
Dalam konteks ini, kader Karang Taruna didorong dapat berkontribusi sebagai bagian dari jejaring sosial di tengah masyarakat.
Kedekatan kader dengan lingkungan tempat tinggal menjadi salah satu modal untuk mendukung penyampaian informasi, membangun kepedulian, serta membantu menjangkau warga yang membutuhkan pelayanan sosial.
Selain digitalisasi bantuan sosial, kegiatan ini juga menitikberatkan pada pendampingan keluarga penerima manfaat menuju graduasi sejahtera.
Graduasi sejahtera merupakan tahapan ketika keluarga penerima manfaat dinilai telah mampu keluar dari ketergantungan terhadap bantuan sosial sesuai dengan kriteria program yang berlaku.
Karena itu, pendampingan tidak cukup hanya memastikan bantuan diterima, tetapi juga perlu diarahkan pada penguatan kapasitas keluarga agar mampu meningkatkan kesejahteraannya.
Karang Taruna diharapkan dapat mendukung upaya tersebut melalui penguatan kepedulian sosial dan kolaborasi dengan pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam pendampingan program bantuan sosial.
Aspek lainnya adalah penjangkauan siswa Sekolah Rakyat. Program ini membutuhkan dukungan berbagai unsur agar anak-anak yang menjadi sasaran dapat teridentifikasi dan memperoleh akses terhadap layanan pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Bagi Karang Taruna, keterlibatan dalam agenda tersebut membuka ruang bagi kader untuk memahami persoalan kesejahteraan sosial secara lebih komprehensif, mulai dari tantangan akses bantuan sosial hingga kebutuhan pendidikan bagi masyarakat yang memerlukan perhatian khusus.
Harmansyah menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan elemen masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam memperluas jangkauan pelayanan sosial.
Karena itu, partisipasi kader diharapkan tidak berhenti pada keikutsertaan dalam kegiatan penguatan kapasitas, tetapi berlanjut melalui kontribusi nyata di lingkungan masing-masing.
“Kita berharap keterlibatan kader dalam kegiatan tersebut dapat mendukung terwujudnya pelayanan sosial yang responsif, inklusif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia berharap bahwa penguatan kapasitas ini dapat mendorong Karang Taruna Sulsel semakin aktif menjalankan perannya sebagai mitra pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat.
Dengan mengirimkan 100 kader, Karang Taruna Sulsel berupaya memperkuat kontribusi organisasi kepemudaan dalam agenda kesejahteraan sosial. (ams)






Komentar (0)