Jakarta, VIVA – Budaya Indonesia menghadapi tantangan di tengah derasnya pengaruh asing, terutama yang masuk melalui perkembangan teknologi dan media sosial. Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026, generasi muda didorong untuk tetap mengenal sejarah dan melestarikan nilai luhur bangsa.
Pendiri Sekolah Darurat Kartini, Sri Irianingsih (Rian) dan Sri Rossyati (Rossy), menyoroti pentingnya mengenalkan sejarah serta budaya Indonesia kepada anak-anak sejak dini.
"Hal ini harus terus disampaikan, agar anak-anak muda Indonesia bisa terus mengingat nilai-nilai luhur yang dibawa para pejuang kita, dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Apalagi, saat ini infiltrasi budaya asing sangat kencang di Indonesia," kata Rossy, dikutip dari keterangannya, Minggu (25/10/2026).
Menurut dia, perkembangan teknologi dan media sosial seharusnya dimanfaatkan generasi muda untuk mempelajari sejarah dan memperoleh informasi bermanfaat, bukan justru digunakan untuk hal-hal negatif.
"Apalagi sekarang sudah ada teknologi ya, ada sosial media. Itu harusnya dimanfaatkan untuk mempelajari sejarah negara kita ini. Scroll sosmed, untuk mengetahui hal-hal yang bermanfaat. Jangan malah menggunakannya untuk hal yang tidak baik," ungkap Rossy.
Upaya mengenalkan budaya tersebut dilakukan melalui Lomba Tari Kreasi Nusantara dan talkshow yang digelar Sekolah Darurat Kartini bersama Perempuan Laju Perkasa (PALAPA) di Grand Metropolitan Bekasi, Minggu (25/10/2026). Kegiatan menjelang Sumpah Pemuda itu diikuti 16 peserta dari jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
Pendiri Sekolah Darurat Kartini lainnya, Rian, mengatakan kegiatan yang mengusung budaya secara langsung dapat membantu mengembangkan sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada anak-anak yang belum mengenalnya.
"Dengan adanya kegiatan-kegiatan yang mengusung budaya secara langsung begini, secara tidak langsung akan membuat budaya itu bisa dikembangkan dan juga sekaligus memperkenalkannya pada anak-anak lain yang belum mengenalnya," kata Rian.
Ketua Umum PALAPA, Hetty Andika Perkasa, juga menekankan pentingnya membentuk karakter anak melalui nilai cinta kasih, gotong royong, dan cinta tanah air. Menurut dia, nilai-nilai tersebut perlu ditanamkan sejak usia dini sebagai bagian dari upaya menjaga persatuan bangsa.
"Anak-anak adalah fondasi masa depan Indonesia. Ketika kita mengajarkan mereka untuk saling mengasihi, peduli pada sesama, dan terbiasa bekerja sama tanpa membeda-bedakan, secara tidak langsung kita sedang membangun pilar pertahanan bangsa yang paling kokoh," ucapnya.






Komentar (0)