Dino Patti Djalal Sentil Prabowo soal MSCI: Bukan Permainan Gagah-gagahan, Mereka Wasit yang Perlu Disiasati

disway.id
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Eks Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengkritik respon Presiden Prabowo Subianto yang mengatakan tak takut terhadap Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Dalam unggahan akun Instagramnya, Dino mengingatkan pemerintah agar tak melawan MSCI.  Sebab, kata dia, masalah MSCI ini bukan permainan gagah-gagahan.

BACA JUGA:Prediksi Skor El Clasico Barcelona vs Real Madrid: Jose Mourinho Kembali, Blaugrana Diunggulkan!

"masalah MSCI ini bukan pertandingan adu jotos, bukan permainan gagah-gagahan, bukan juga siapa yang lebih nekat. This is not a game about macho nationalism. Pertarungan di dunia militer sangat beda dari permainan dunia finance," kata Dino dalam akun Instagramnya, dikutip Minggu, 25 Oktober 2026.

Dino menyampaikan bahwa keputusan MSCI menurunkan status pasar modal Indonesia ke level standalone market perlu disiasati, bukan dilawan.

Dino mengibaratkan hubungan Indonesia dengan MSCI seperti hubungan tim nasional sepak bola dengan FIFA.

BACA JUGA:2 Tahun Prabowo-Gibran, HET Pupuk Bersubsidi Turun Hingga 20 Persen, Pertama dalam Sejarah

Menurutnya, selama Indonesia ingin tetap berpartisipasi dalam sistem indeks global tersebut, menurutnya, langkah yang lebih tepat adalah memahami aturan dan memenuhi standar yang berlaku.

"MSCI bukan lawan yang harus kita tumbangkan, tapi wasit yang perlu kita dengar dan siasati, as long as we are in the game, playing the game. Ibaratnya seperti hubungan tim nasional PSSI dan FIFA," imbuhnya.

Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan buzzer untuk menyerang MSCI tidak akan menyelesaikan persoalan mendasar yang menjadi perhatian investor.

Dino mengingatkan, memburuknya kepercayaan pasar dapat membawa dampak luas bagi perekonomian Indonesia. 

BACA JUGA:Hari Sumpah Pemuda 2026 Apakah Tanggal Merah? Aturan Libur Nasional dan Cuti Bersama SKB 3 Menteri

Risiko yang dia soroti mencakup pelemahan nilai tukar rupiah hingga Rp22.000 per dolar AS, keluarnya investor, penurunan ekspor, kenaikan harga barang, dan melemahnya daya beli masyarakat.

“Jadi, percuma kita gagah hari ini dan sejuta buzzer dikerahkan untuk memaki-maki MSCI dan berteori konspirasi, tapi besok rupiah tumbang ke level Rp22.000, investor kabur, kepercayaan runtuh, ekspor anjlok, harga barang naik, daya beli melemah, rakyat sengsara, dan pemerintah pun bisa gawat,” jelas Dino.

Dia menilai, kondisi tersebut pada akhirnya dapat memperburuk situasi ekonomi sekaligus meningkatkan tekanan terhadap pemerintah.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Cerita Pelaku Usaha Kreatif Menjaring Pembeli di Creativillage WCCE 2026
• 9 jam lalu
0
thumb
17.942 Hektare Karhutla Belum Padam, BNPB: Kalimantan Tengah Jadi Prioritas Utama
• 5 jam lalu
0
thumb
BNPL Tumbuh 36,57%, Kemudahan Belanja atau Jebakan Utang?
• 2 jam lalu
0
thumb
Flyover Latumeten Capai 83%, Anggota DPRD Pastikan Beroperasi Awal 2027
• 7 jam lalu
0
thumb
Deddy Sitorus Balas Relawan Gibran yang Tuduh PDIP Benci Jokowi: Kami Tak Suka Berurusan dengan Barang Bekas!
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.