PTPN IV PalmCo Perkuat Kemitraan Petani Sawit, Targetkan Pasokan TBS Capai Satu Juta Ton pada 2026

pantau.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pantau - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo memperkuat kemitraan dengan petani sawit rakyat untuk meningkatkan pasokan tandan buah segar (TBS), mempercepat peremajaan perkebunan, dan mendukung target pembelian TBS dari program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) sebesar satu juta ton pada 2026.

Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo Arya Sandhiyudha mengatakan keterlibatan petani sawit rakyat menjadi bagian penting dalam strategi perusahaan memperkuat daya saing industri kelapa sawit nasional.

Penguatan kemitraan tersebut dibahas dalam kegiatan Gathering Petani Mitra 2026 yang diselenggarakan PTPN IV Regional III di Bandung, Jawa Barat, pada pertengahan Oktober 2026.

"Kekuatan baru akan tercipta jika kita menggandeng dan mengintegrasikan 42 persen kekuatan petani sawit rakyat," kata Arya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu (25/10/2026).

PalmCo Gandeng Petani Sawit Rakyat untuk Perkuat Pasokan

Arya menjelaskan bahwa perkebunan sawit rakyat menguasai sekitar 42 persen dari total luas perkebunan kelapa sawit nasional.

Sementara itu, perkebunan swasta mencakup sekitar 53 persen dan perkebunan milik PTPN sekitar lima persen.

Menurutnya, besarnya kontribusi perkebunan rakyat menunjukkan pentingnya kerja sama antara perusahaan dan petani dalam menjaga ketersediaan bahan baku industri.

Kemitraan tersebut juga diharapkan memberikan manfaat bagi petani melalui pendampingan pengelolaan kebun dan akses pemasaran hasil panen.

Pelaksana Tugas Region Head PTPN IV Regional III Sori P Ritonga mengatakan kerja sama perusahaan dengan petani sawit di Riau telah berlangsung sejak era 1980-an.

Kemitraan itu dimulai ketika wilayah operasional Regional III masih menjadi bagian dari PTPN V.

Saat ini, Regional III mengelola kemitraan kebun masyarakat seluas lebih dari 56.000 hektare, sedangkan luas kebun inti perusahaan mencapai sekitar 71.000 hektare.

Peremajaan Sawit Rakyat Tingkatkan Produktivitas Kebun

PalmCo menjalankan pendampingan petani melalui sistem manajemen tunggal yang mencakup pengelolaan kebun, penerapan teknik budi daya, penguatan kelembagaan, dan pemasaran hasil panen.

Salah satu hasil program tersebut terlihat pada Koperasi Unit Desa (KUD) Tunas Muda yang mencatat produktivitas sebesar 21,3 ton TBS per hektare pada tahun menghasilkan kedua atau TM 2.

Berdasarkan perhitungan perusahaan, produktivitas tersebut sekitar 43 persen lebih tinggi dibandingkan standar Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) untuk tanaman pada fase pertumbuhan yang sama.

Hingga Oktober 2026, sekitar 3.100 hektare kebun petani mitra Regional III telah memperoleh rekomendasi teknis program PSR.

Capaian tersebut mendekati 70 persen dari target rekomendasi teknis tahun ini yang ditetapkan seluas 4.500 hektare.

Perusahaan juga memproyeksikan pengelolaan lahan plasma melalui program peremajaan dapat mencapai 22.000 hektare secara bertahap sepanjang 2027–2028.

Selain mempercepat peremajaan, PalmCo menggulirkan PSR Award 2026 sebagai bentuk apresiasi dan evaluasi pelaksanaan program bersama petani mitra.

Kontribusi Pasokan TBS Petani Meningkat Jadi 34 Persen

Sori mengungkapkan bahwa kontribusi TBS dari kebun petani mitra terhadap total pasokan perusahaan mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2019, kontribusi pasokan dari kemitraan masih berada di kisaran sembilan persen.

Angka tersebut meningkat menjadi sekitar 34 persen pada 2026.

Dalam rencana jangka menengah, perusahaan menargetkan kontribusi pasokan dari kemitraan meningkat menjadi 45 persen.

PalmCo juga memasang target jangka panjang agar kontribusi tersebut mencapai 85 persen pada 2030.

Peningkatan kontribusi petani diharapkan memperkuat kesinambungan pasokan bahan baku sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi pekebun rakyat.

PalmCo Targetkan Pembelian Satu Juta Ton TBS dan Laba Rp3,1 Triliun

Untuk 2026, PTPN IV Regional III memproyeksikan produktivitas kebun mencapai 24,5 ton per hektare.

Perusahaan juga menargetkan pembelian TBS dari kemitraan program PSR sebesar satu juta ton.

"Dari sisi kemitraan, pembelian TBS dari program PSR ditargetkan mencapai satu juta ton, melampaui rata-rata tahun sebelumnya yang berada di kisaran 900 ribu ton," ujar Sori.

Menurutnya, peningkatan produktivitas dan pembelian hasil panen petani diharapkan turut mendukung estimasi laba perusahaan sebesar Rp3,1 triliun pada 2026.

Namun, peningkatan penyerapan TBS juga perlu disertai upaya menjaga harga pembelian agar tetap kompetitif di tengah fluktuasi harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

"Kami berupaya menjaga harga beli di tingkat petani tetap stabil dan bersaing," katanya.

Sori menilai kepastian penyerapan hasil panen menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan usaha petani sawit rakyat.

Bagi perusahaan, penguatan kemitraan diharapkan dapat menjaga ketersediaan bahan baku sekaligus mendukung pertumbuhan industri kelapa sawit nasional.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jelang Garudayaksa vs Persib, Igor Tolic Beberkan Tantangan Berat yang Dihadapi Maung Bandung
• 13 jam lalu
0
thumb
Legislator Setuju Usulan Kapolri Larang Vape, Harap Segera Dirumuskan
• 15 jam lalu
0
thumb
Residivis Tipu 15 Wanita Muda dan Bawa Kabur Motor Usai Kenalan di Facebook, Nih Tampangnya!
• 20 jam lalu
0
thumb
Jelang Demo Nasional, Jendela Pertokoan di Paris Ditutup Papan Kayu
• 16 jam lalu
0
thumb
Andien Bawakan ‘Naksir’ di TJF 2026, Cerita soal MV yang Libatkan Figur Publik
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.