Sosok Ojol Korban Dilindas BYD di Blok M: Perantau-Tulang Punggung Keluarga

detik.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Hasan Syukur (56) alias Agus dilindas mobil listrik BYD saat sedang mencari nafkah sebagai ojek online atau ojol. Hasan rela merantau ke Jakarta demi bisa menghidupi keluarga di Kabupaten Serang, Banten.

Ewis Hildayani (27), anak Hasan, tinggal sendiri bersama dua anaknya yang berumur sembilan dan empat tahun. Sementara itu, suami Ewis, Eko, ikut merantau ke Jakarta bersama Hasan dan istri Hasan bernama Rohayah.

Rumah yang ditempati Ewis merupakan milik Hasan. Rumah tersebut merupakan rumah permanen sederhana di daerah Ciomas, Kabupaten Serang.

"Rumah ini adalah hasil program bedah rumah Pemkab Serang pada 2023," ujar Ewis saat ditemui, Sabtu (24/10/2026).

Baca juga: Sopir Ojol yang Dilindas BYD di Blok M Patah Kaki, Jalani Operasi Hari Ini

Ewis menyampaikan ayahnya sudah merantau sejak ia kecil. Dulu, ia ditinggal bersama ibunya. Kini, setelah ia lulus sekolah, ibunya ikut ke Jakarta.

"Dulu kerja di tukang jahit, terus pas 2019 jadi ojol," katanya.

Dari penghasilan sebagai ojol itu, Hasan menghidupi seluruh keluarga. Ewis pun sering mendapat uang dari Hasan.

"Saya apa-apa ikut bapak, apalagi dulu suami banyak menganggur. Sering juga ngasih ke cucunya," kata Ewis.

Demi mendapatkan uang sebagai ojol, Hasan bekerja dari pagi hingga malam. Ia pun belum pernah mendengar bapaknya mengeluh saat mencari nafkah.

Hasan mengontrak rumah di daerah Jembatan Baru, Cengkareng, Jakarta Barat. Setiap hari, ia mencari rezeki dengan berkeliling Jakarta.

"Berangkat pagi, kerja sampai tengah malam jam 12," katanya.

Baca juga: Sopir BYD Tabrak 4 Mobil dan Lindas Ojol di Blok M Dites Urine, Ini Hasilnya

Saat kecelakaan terjadi pada Jumat (23/10) sore, Hasan sedang bekerja di jalan sekitar Blok M, Jakarta.

"Dilihat di video pun bapak sendiri, sedang mencari orderan," katanya.

Ewis mendapat kabar bahwa bapaknya mengalami patah tulang kaki kiri akibat kejadian tersebut. Ia pasrah dengan kondisi bapaknya dan berharap penabrak dihukum setimpal.

"Pokoknya minta pertanggungjawaban dari tadinya Bapak saya sehat harus dibiayai sampai sehat," katanya.

"Enggak kerja juga enggak apa-apa yang penting sehat," katanya.

Kecelakaan tersebut terjadi pada Jumat (23/10) pukul 16.48 WIB. Mobil BYD itu dikemudikan pria berinisial S (46).

Baca juga: Mendagri Colek Pramono, Minta Jakarta Anggarkan Dana untuk Bedah Rumah Warga

Peristiwa bermula saat mobil BYD tersebut menabrak Honda Brio bernomor polisi B-2967-NGY yang melaju searah di depannya. Mobil BYD kemudian oleng ke kiri dan menabrak Honda Beat A-3867-DD yang dikendarai korban ojol serta mobil Wuling B-1835-ERZ.

Mobil BYD juga naik ke trotoar hingga menabrak dua mobil lainnya yang sedang parkir.




(aik/ygs)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Antusiasme Tinggi, Kejurnas Voli U-19 Banjir Peminat Hingga Percepat Jadwal Kompetisi
• 17 jam lalu
0
thumb
Jokowi Disebut Punya Panggung Baru di PSI, Pengamat Ungkap Alasan di Balik Langkahnya
• 14 jam lalu
0
thumb
Penyelundupan 1 Ton Ketamin Terbongkar, Dasco Sebut Narkoba Merusak Kreativitas Anak Bangsa
• 10 jam lalu
0
thumb
Operasi Darat dan Udara Terus Dilakukan untuk Padamkan Karhutla Way Kambas
• 12 jam lalu
0
thumb
Polri Ungkap 1,16 Ton Ketamine Selundupan di Sumut Bernilai Ekonomi Rp3,48 Triliun
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.