Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih melanda kawasan hutan konservasi Suaka Margasatwa Padang Sugihan di perbatasan Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Banyuasin, Sumatra Selatan. Bencana yang telah berlangsung selama lebih dari dua bulan ini mengancam keberlangsungan hidup ratusan satwa yang dilindungi, termasuk populasi gajah.
Berdasarkan data Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Selatan, luas lahan konservasi yang terbakar diperkirakan telah mencapai 2.300 hektare.
Upaya pemadaman terus dilakukan oleh petugas gabungan melalui jalur darat maupun udara. Namun, proses pemadaman di lapangan mengalami kendala serius akibat medan yang sulit dijangkau serta sumber air di sekitar lokasi yang telah mengering.
Baca Juga :
Hewan Liar Masuk Permukiman Imbas Kebakaran Hutan Gunung Lawu
Penanganan makin kompleks karena timbulnya titik panas (hotspot) baru di area yang sebelumnya sempat dipadamkan.
“Titik hotspot baru di areal yang sudah terbakar, seperti yang sudah dipadamkan. Ini yang situasinya seperti itu. Kita rencana menambah ada sekitar 300 pasukan Brimob untuk mem-backup kita," ujar Kapolda Sumatra Selatan, Irjen Pol Rony Samtana dalam tayangan Primetime News Metro TV, Jumat, 23 Oktober 2026.
Untuk memadamkan kobaran api yang masih terus menjalar di kawasan konservasi tersebut, sebanyak 300 personel tambahan dari Brimob Polda Sumatra Selatan diterjunkan ke lokasi guna membantu penanganan.





Komentar (0)