Jakarta, VIVA – Ekonomi kreatif semakin diperhitungkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi dunia. Mulai dari musik, desain, kerajinan, hingga produk digital, kreativitas membuka peluang usaha, lapangan kerja, dan perdagangan lintas negara. Indonesia kini mendorong agar sektor ini mendapat tempat lebih kuat dalam agenda pembangunan global melalui inisiatif Jakarta Vision on Creative Economy.
Dokumen tersebut disepakati dalam pertemuan tingkat menteri World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta. Kesepakatan itu melibatkan perwakilan dari 38 negara, termasuk Rusia, Iran, Ukraina, Malaysia, Yordania, dan Australia.
Pemerintah Indonesia selanjutnya akan membawa Jakarta Vision ke New York untuk diperjuangkan menjadi resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan, kesepakatan tersebut menjadi langkah Indonesia dalam mendorong penguatan ekonomi kreatif sebagai bagian dari pembangunan global.
“Kita telah mencapai kesepakatan atas sebuah dokumen bersama, yaitu Jakarta Vision on Creative Economy. Dokumen ini akan dibawa ke New York untuk disampaikan dalam forum PBB dan diperjuangkan menjadi Resolusi PBB. Ini adalah kontribusi Indonesia dalam mendorong penguatan ekonomi kreatif di tingkat global,” kata Teuku Riefky di Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026.
Menurutnya, dukungan dari berbagai negara menjadi modal untuk memperluas kolaborasi internasional dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kuat dan inklusif.
Ekonomi Kreatif Bukan Sekadar Seni dan HiburanTeuku Riefky menegaskan, ekonomi kreatif memiliki cakupan yang lebih luas daripada industri seni dan hiburan. Sektor ini juga berkaitan dengan penciptaan lapangan kerja, perdagangan internasional, pengembangan usaha, serta penguatan identitas dan karya lokal.
Desainer, musisi, perajin, hingga kreator digital memiliki peluang mengubah gagasan menjadi produk dan jasa yang bernilai ekonomi. Dengan dukungan ekosistem yang memadai, karya lokal berpotensi menjangkau konsumen di berbagai negara.
“Desainer, musisi, perajin, dan kreator muda bukan sekadar bagian dari statistik tenaga kerja. Mereka adalah pihak yang mengubah gagasan menjadi produk atau jasa yang memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.
Pemerintah Indonesia berharap Jakarta Vision dapat menjadi pijakan bagi negara-negara untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, sekaligus memperluas kesempatan bagi para kreator untuk mengembangkan usaha dan menembus pasar global.






Komentar (0)