jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI, Dr. I Wayan Sudirta, S.H., M.H., mengapresiasi langkah cepat Kapolda Bali Irjen Pol Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H bersilaturahmi langsung ke jajaran tokoh masyarakat dan tokoh agama di Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali, Kamis (22/10).
Wayan Sudirta menilai langkah Kapolda Bali itu menjadi contoh baik. Ia berharap Kapolda lain di jajaran Kapolri meneladani dan meniru langkah tersebut.
BACA JUGA: Fraksi PDIP Setujui RUU Perampasan Aset Jadi Usul Inisiatif DPR RI, Begini Penegasan I Wayan Sudirta
"Langkah Kapolda Bali Irjen Pol Pasma juga patut menjadi contoh bagi pemimpin lain, baik di pemerintahan maupun organisasi kemasyarakatan," ujar Wayan Sudirta dalam keterangannya, Jumat (23/10/2026).
Wayan Sudirta yang juga menjabat Anggota Sabha Walaka PHDI Pusat itu menilai Kapolda Bali menunjukkan sikap rendah hati.
BACA JUGA: I Wayan Sudirta Dorong Evaluasi Desentralisasi, Otonomi Daerah, dan Penguatan PPHN
Pasalnya, Kapolda Bali secara proaktif datang langsung menemui masyarakat di kepengurusan PHDI Bali.
Menurut Sudirta, Irjen Pasma Royce menjadi satu-satunya Kapolda Bali yang proaktif mengunjungi PHDI Bali begitu dilantik.
BACA JUGA: I Wayan Sudirta DPR Minta Bareskrim Harus Sikat Aktor Intelektual dan Korporasi yang Terlibat Karhutla
Dia mengatakan Kapolda-Kapolda sebelumnya memang menjalin komunikasi dan sinergi yang sangat baik, namun mereka tetap menggelar audiensi di Mapolda Bali, bukan datang ke sekretariat PHDI Bali.
Oleh karena itu, Wayan Sudirta menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kapolda Bali Irjen Pol Pasma Royce.
Saat bersilaturahmi, hadir Ketua PHDI Bali Nyoman Kenak, S.H., Ketua Paruman Walaka Prof. Dr. IGN Sudiana, https://M.Si., Sekretaris PHDI Bali Putu Wirata Dwikora, jajaran Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Bali, Anggota Sabha Walaka PHDI Pusat yang berdomisili di Bali, ketua-ketua PHDI kabupaten/kota se-Bali, serta tokoh masyarakat lainnya menyambut Kapolda Bali.
Wayan Sudirta yang sedang menjalani reses sebagai Anggota Komisi III DPR RI turut hadir.
Wayan Sudirta menjembatani kunjungan silaturahmi Kapolda Bali dengan pengurus PHDI Bali.
Sulinggih dari Paruman Pandita PHDI Bali, Made Rai Wirata dan Wayan Mertha Suteja, anggota DPRD, dan I Wayan Sukayasa juga menghadiri pertemuan itu.
Wayan Sudirta dan Ketua PHDI Bali Nyoman Kenak sama-sama mengapresiasi sikap rendah hati Kapolda Bali. Kapolda Bali datang langsung menemui pengurus PHDI Bali begitu ia dilantik menjadi Kapolda.
Sudirta menegaskan sikap proaktif Kapolda Bali ini mencatatkan kepemimpinan yang patut menjadi sejarah perkembangan umat Hindu di Bali.
"Sebab, di tengah upaya membenahi institusi kepolisian, masyarakat benar-benar merindukan contoh dan keteladanan dari pemimpin yang rendah hati, pemimpin yang melayani masyarakat," kata Sudirta seusai acara silaturahmi.
Sudirta menambahkan masyarakat bisa mencubit kepolisian sebagai tanda cinta dan rasa hormat kalau ada yang kurang dari pelayanan.
Masyarakat juga patut mengapresiasi dan menghargai hal positif dari pelayanan polisi. Ia menegaskan, Polri adalah milik kita semua, bukan hanya milik anggota Polri.
"Dengan berkunjung dan mendengar langsung dari pelayan umat di PHDI, Kapolda bisa mendengar dan mengetahui situasi yang berdenyut di masyarakat," ujar Sudirta.
Berawal dari Reses
Wayan Sudirta menceritakan kunjungan silaturahmi Kapolda Bali berawal dari pertemuannya dengan Kapolda dalam rangkaian reses sebagai anggota DPR.
Dalam perbincangan kemitraan itu, Sudirta menyampaikan masukan.
Untuk merealisasikan enam agenda Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto, salah satunya meningkatkan pelayanan publik yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, Kapolda perlu menyapa tokoh-tokoh organisasi agama di Bali yang masyarakatnya sangat kental dengan kehidupan religius, budaya, dan seni, di antaranya PHDI Provinsi Bali.
Kapolda Bali Irjen Pasma Royce menyatakan siap. Ia langsung mengagendakan kunjungan ke kantor PHDI Bali di Denpasar. Melalui ajudan, ia menetapkan jadwal silaturahmi pada 22 Oktober 2026.
Dalam dialog silaturahmi yang hangat, Kapolda Bali menyampaikan terima kasih atas masukan dan penerimaan hangat jajaran PHDI Bali. Ia siap menindaklanjuti masukan-masukan yang jajaran PHDI sampaikan.
Dia akan terlebih dahulu melakukan konsolidasi internal, antara lain memetakan potensi gangguan kamtibmas yang ada.
Kapolda Bali juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Bali yang tetap menjaga suasana adem dalam menyikapi antrean BBM selama beberapa hari, sehingga suasana kamtibmas tetap terkendali.
Kapolda Bali menegaskan, ia sendiri yang ingin bertemu langsung dengan pengurus PHDI tanpa menunggu PHDI berkunjung ke Polda Bali.
Dia ingin langsung mendengarkan berbagai masukan dan permasalahan umat Hindu serta masyarakat Bali yang berkaitan dengan tugas dan kewenangan kepolisian.
"Ya, memang sudah menjadi tugas dan kewajiban saya selaku pejabat baru, harus bersilaturahmi ke semua elemen masyarakat di Bali," katanya.
Ia menjelaskan tugas kepolisian selama ini sudah berkolaborasi dan bersinergi dengan organisasi masyarakat dalam menjaga kamtibmas di Bali.
Selain melanjutkan sinergi, jajarannya perlu memperkuat konsolidasi internal di lingkungan kepolisian. Selain itu, Polda Bali tetap memetakan potensi gangguan keamanan untuk menentukan prioritas penanganan.
"Kita melakukan mapping potensi gangguan selama ini. Dengan skala prioritas, kita akan melakukan percepatan pelayanan," katanya.
Kapolda juga memastikan jajarannya membahas masukan-masukan dari silaturahmi 22 Oktober 2026 itu dalam konsolidasi internal Polda Bali di bawah kepemimpinannya.
Dalam silaturahmi yang berlangsung hangat itu, beberapa tokoh menyampaikan masukan. Mereka antara lain Ketua PHDI Bali Nyoman Kenak, S.H., Anggota Komisi III DPR RI Dr. Wayan Sudirta, Ketua Paruman Walaka yang juga Rektor UHN I Gusti Bagus Sugriwa Prof. Dr. IGN Sudiana, https://M.Si., dan tokoh lain seperti Nyoman Sarjana, Guru Ketut Darmika, Made Bandem Dananjaya, S.H., M.H., dan Dr. Wayan Jondra.
Sudirta juga mengapresiasi komitmen jajaran Polda-Kejati sebelumnya yang bersama PHDI Bali menangani kasus-kasus LPD (Lembaga Perkreditan Desa) di Bali. Ia mendukung penuh penegak hukum menindak tegas oknum-oknum yang mengkorupsi uang LPD, namun jangan sampai membekukan aset-aset LPD tersebut.
Dia menegaskan aset LPD adalah milik krama desa adat dan penegak hukum harus mengembalikannya ke krama desa adat, tapi harus menjatuhi hukuman berat kepada pelaku yang menggelapkan aset LPD.
Selain itu, Sudirta menyampaikan pentingnya melindungi eksistensi tanah-tanah desa adat agar tetap menjadi milik dan atas nama desa adat. Ia meminta jangan sampai oknum menggelapkan dan mengalihkan tanah itu atas nama tokoh-tokoh desa adat.
Saat ini beberapa tanah desa adat terbukti tersertifikatkan atas nama perorangan, sementara desa adat kebingungan mengembalikan tanah-tanah itu menjadi milik desa adat seperti semula.
Ketua Paruman Walaka PHDI Bali yang juga Rektor Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa, Prof. Dr. IGN Sudiana, antara lain menyampaikan harapan agar pihak terkait membuat SOP pelayanan masyarakat yang berimpitan antara kewenangan kepolisian dan pecalang desa adat.
Dia berharap SOP itu membuat sinergi dua lembaga saling memperkuat dan melengkapi.
Kapolda Bali mencatat seluruh masukan dan siap menindaklanjutinya.(fri/jpnn)
Redaktur & Reporter : Friederich Batari





Komentar (0)