Pendapatan Waskita (WSKT) Naik Jadi Rp8,13 Triliun, Restrukturisasi Utang Tetap Jadi Fokus

idxchannel.com
20 jam lalu
Cover Berita

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mencatat pendapatan usaha sebesar Rp8,13 triliun sepanjang Januari-September 2026.

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mencatat pendapatan usaha sebesar Rp8,13 triliun sepanjang Januari-September 2026. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mencatat pendapatan usaha sebesar Rp8,13 triliun sepanjang Januari-September 2026, melonjak 53,73 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp5,29 triliun. Kenaikan tersebut terutama ditopang pertumbuhan pendapatan jasa konstruksi dan realisasi proyek pemerintah.

Sebagian besar pendapatan tersebut berasal dari segmen jasa konstruksi yang mencapai Rp6,45 triliun, meningkat 71,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp3,76 triliun. Selain itu, realisasi proyek pemerintah turut menopang kinerja dengan nilai mencapai Rp3,9 triliun.

Baca Juga:
Waskita Karya (WSKT) Catat Rugi Rp2,87 Triliun hingga September 2026

Corporate Secretary PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Steven Subiantoro mengatakan, peningkatan pendapatan tersebut mencerminkan perbaikan operasional perusahaan di tengah proses restrukturisasi keuangan yang telah berjalan sejak 2023.

"Perolehan itu menunjukkan perbaikan operasional yang solid di tengah upaya restrukturisasi keuangan," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (22/10/2026). 

Baca Juga:
Waskita Karya (WSKT) Penuhi Kewajiban Pokok Obligasi Rp722 Miliar

Dari sisi keuangan, Waskita terus menjalankan restrukturisasi melalui implementasi Master Restructuring Agreement (MRA) yang ditandatangani pada 2024 bersama 21 bank. Langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat struktur keuangan dan meningkatkan kemampuan perseroan memenuhi kewajiban kepada kreditur.

Perseroan mencatat pembayaran pinjaman bank jangka panjang mencapai Rp701,39 miliar, naik 78,18 persen dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp393,65 miliar. Sementara itu, total pembayaran beban keuangan meningkat dari Rp1,02 triliun menjadi Rp1,06 triliun.

Di sisi lain, manajemen menyebut beban keuangan perseroan telah ditekan menjadi Rp2,79 triliun. Waskita juga berhasil mengurangi total utang sebesar 20,8 persen sejak akhir 2023, dari sekitar Rp84 triliun menjadi Rp66,5 triliun.

"Manajemen Waskita Karya juga berhasil menurunkan beban keuangan menjadi Rp2,79 triliun. Kami akan terus berusaha membayar utang atau kewajiban perusahaan, agar beban keuangan bisa semakin ditekan," kata Steven.

Perseroan turut menyelesaikan seluruh kewajiban pajak yang telah jatuh tempo sejak restrukturisasi berlaku efektif. Selain itu, pada September 2026, Waskita memperoleh persetujuan restrukturisasi Obligasi III Tahap IV Tahun 2024, yang dinilai memperbesar peluang pembukaan suspensi perdagangan saham perseroan.

Ke depan, Waskita akan memprioritaskan pemulihan operasional dengan kembali berfokus pada bisnis inti sebagai kontraktor murni. Perseroan juga akan mengutamakan proyek dengan skema pembayaran bulanan dan menghindari skema turnkey untuk menjaga stabilitas modal kerja.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Wujudkan Santri Mandiri, Pesantren Merdeka dari Kekerasan dan Pelayanan Publik Berkeadilan
• 21 jam lalu
0
thumb
Turun Langsung Tangani Karhutla, Zaskia Adya Mecca Tak Kuasa Menahan Tangis Lihat Kondisi di Kalimantan
• 14 jam lalu
0
thumb
Harga Emas Antam 23 Oktober 2026: 1 Gram Rp2,54 Juta
• 10 jam lalu
0
thumb
Buruh Minta UMP 2027 Naik 7,5-9,5 Persen, Ketum Kadin Bahas Produktivitas Pekerja
• 16 jam lalu
0
thumb
Vespa 125 Cc Resmi Ditiadakan, LX dan S Kini Pakai Mesin 150 Cc
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.