Vespa 125 Cc Resmi Ditiadakan, LX dan S Kini Pakai Mesin 150 Cc

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

PT Piaggio Indonesia secara resmi menyegarkan lini portofolio Vespa di pasar tanah air. Pabrikan sepeda motor ikonik asal Italia ini kini mentransisikan varian terkecil untuk lini Vespa menjadi berkapasitas mesin 150 cc.

PR & Communications Manager PT Piaggio Indonesia, Ayu Hapsari, menjelaskan bahwa pembaruan portofolio ini dilakukan untuk memberikan keleluasaan opsi bagi konsumen dalam memilih kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan daily commute. Langkah ini sekaligus menyelaraskan performa kendaraan dengan kebutuhan pengguna harian di kawasan perkotaan.

Kebijakan ini secara otomatis meniadakan varian Vespa berkapasitas 125 cc seperti LX 125 dan S 125 yang sebelumnya menjadi opsi entry level. Pembeli yang menginginkan mesin kapasitas awal kini dialihkan ke model lain di luar lini Vespa.

Untuk konsumen yang tetap menginginkan sepeda motor bermesin 125 cc, Piaggio mengarahkannya ke lini produk skuter matik dari merek Piaggio. Strategi pembagian lini ini dilakukan agar tiap brand memiliki segmentasi pasar yang lebih tegas.

"Jadi sebenarnya kita harus melihat portofolio Piaggio Indonesia secara garis besar. Sekarang, untuk LX dan S itu 150 cc, lalu ada Primavera, Primavera S, Sprint, Sprint S di 150 cc, serta GTS 150, 250, hingga GTV 300," ujar Ayu saat ditemui di Jakarta Selatan, Kamis (22/10).

Ia menekankan bahwa strategi ini dihadirkan agar pilihan bagi konsumen semakin beragam, di mana opsi mesin 125 cc tetap tersedia melalui merek Piaggio.

"Jadi kita membuat portofolio itu pilihannya lebih banyak. Bukan hanya dari Vespa saja, tapi kalau teman-teman memang ingin 125 cc, kita memberikan pilihan yaitu Piaggio Liberty," kata Ayu menjelaskan.

Transisi ke mesin 150 cc pada model bertubuh kompak seperti LX dan S dinilai memberikan peningkatan performa yang cukup signifikan. Peningkatan kapasitas mesin tersebut memberikan kenyamanan ekstra saat sepeda motor digunakan pada medan jalan menanjak.

Ayu menambahkan, dimensi bodi LX dan S yang relatif kecil tetap dipertahankan guna menyasar kelompok pengendara muda, pekerja pemula, hingga pengendara wanita yang membutuhkan kelincahan di jalan raya.

"Kalau ditanjakan, sebenarnya 150 cc itu lebih enak. Tapi badannya secara kemampuan lebih kompak, sehingga untuk wanita atau anak-anak yang baru kuliah dan first jobber, mereka mempunyai pilihan bodi yang sangat mudah untuk dikendarai," tutur Ayu.

Ia juga menegaskan bahwa peralihan dari mesin 125 cc ke 150 cc tidak memberikan perbedaan yang terlampau drastis bagi pengendara harian.

"Jadi bukan berarti kalau naik LX sekarang enggak mau karena cc-nya 150. Aku rasa secara transisi itu enggak terlalu jauh, tapi sebenarnya lebih enak," tuntas Ayu.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ribuan Lamaran, Satu Harapan Mendapat Pekerjaan
• 6 jam lalu
0
thumb
Di Rakor Penggerak HAM, Pigai Minta Pemenuhan Hak Dasar Warga Jadi Prioritas
• 12 jam lalu
0
thumb
Kita di Antara Isu Karhutla, Meta dan Algoritma
• 4 jam lalu
0
thumb
Penuhi Kebutuhan Bahan Baku Industri Susu, Menperin Usul Impor Sapi Perah Ditingkatkan
• 19 jam lalu
0
thumb
Sekjen Kemendagri Minta Pemda Susun Aturan yang Permudah Pelayanan Masyarakat
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.