Penuhi Kebutuhan Bahan Baku Industri Susu, Menperin Usul Impor Sapi Perah Ditingkatkan

idxchannel.com
18 jam lalu
Cover Berita

Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menyoroti ketergantungan terhadap impor susu untuk pengembangan industri.

Penuhi Kebutuhan Bahan Baku Industri Susu, Menperin Usul Impor Sapi Perah Ditingkatkan. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menyoroti ketergantungan terhadap impor susu untuk pengembangan industri. Sarmuji menegaskan pentingnya kolaborasi lintas kementerian untuk memperkuat sektor peternakan sapi perah nasional.

Menurutnya, pengembangan industri susu tidak cukup hanya dilakukan pada sektor pengolahan, tetapi harus diikuti peningkatan populasi sapi perah, produktivitas peternak, serta kualitas susu segar dalam negeri.

Baca Juga:
Menperin Sarmuji Targetkan Kontribusi Industri ke PDB Naik dari 19 Persen ke 25 Persen

“Kita berharap susu bisa diproduksi semaksimal mungkin di dalam negeri. Kalau bisa, yang diimpor itu sapinya, kemudian dipelihara oleh peternak Indonesia. Peternaknya dilatih dan diedukasi agar menghasilkan susu yang banyak dan berkualitas. Itu akan lebih baik,” ujar Sarmuji saat melakukan kunjungan kerja ke PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (Cimory) di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/10/2026).

Berdasarkan data Kemenperin, kebutuhan bahan baku industri pengolahan susu nasional pada tahun 2025 mencapai sekitar 4,95 juta ton setara susu segar, dengan sekitar 80 persen kebutuhan masih dipenuhi melalui impor.

Baca Juga:
Menperin Sarmuji Targetkan Produksi dan Hilirisasi Rumput Laut Indonesia Jadi Nomor Satu Dunia

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Kemenperin terus memperkuat kemitraan antara industri pengolahan susu dengan koperasi dan peternak lokal, termasuk melalui dukungan teknologi pendinginan, digitalisasi tempat penampungan susu, serta program restrukturisasi mesin dan peralatan industri.

Hingga 2026, digitalisasi telah diterapkan pada 96 tempat penampungan susu di sembilan koperasi di Jawa Barat dan Jawa Timur, yang melibatkan lebih dari 12.000 peternak sapi perah.

Baca Juga:
Menperin Sarmuji Mau Pacu Industri Kecil-Menengah Berorientasi Ekspor, Ini Tantangannya


(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
IHSG Ditutup Melesat 1,14 Persen
• 20 jam lalu
0
thumb
Adyos Astan dan Yayang Gunaya Raih Perunggu Asian Para Games 2026 Setelah Kalah dari Jepang di Semifinal
• 41 menit lalu
0
thumb
Studi Ungkap Remaja Perempuan Lebih Banyak Ngevape daripada Laki-laki
• 1 jam lalu
0
thumb
Cerita Ni Kadek Dhinda: Berlatih Jam 3 Pagi demi Meraih Mimpi
• 3 jam lalu
0
thumb
Insentif Mobil Hybrid Disebut Kurang Efektif Tekan Impor BBM, Minta Fokus ke BEV
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.