Wujudkan Santri Mandiri, Pesantren Merdeka dari Kekerasan dan Pelayanan Publik Berkeadilan

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Oleh: Maneger Nasution, Anggota Ombudsman RI

REPUBLIKA.CO.ID, Santri mandiri adalah santri yang memiliki kekuatan ilmu, keteguhan akhlak, dan keberanian untuk berpikir kritis serta bertindak secara bertanggung jawab. Kemandirian santri tidak cukup dimaknai sebagai kemampuan memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga sebagai kemampuan berdiri di atas kaki sendiri, menjaga integritas, dan berkontribusi bagi kemaslahatan masyarakat.

Pesantren harus menjadi ruang tumbuh bagi generasi yang berilmu, berdaya, dan tidak kehilangan keberpihakan pada nilai-nilai kemanusiaan.

Baca Juga
  • Gus Nadir: Santri Era AI tak Cukup Hanya Hafal Kitab Kuning
  • Santri Masa Kini: Menjaga Tradisi, Menembus Batas Profesi
  • Refleksi Hari Santri 2026: Saat Kecerdasan Buatan Merajai Teknologi, Bagaimana Relasi Santri Kiai?

Pesantren juga harus menjadi ruang yang aman, bermartabat, dan merdeka dari segala bentuk kekerasan. Tidak boleh ada kekerasan fisik, psikis, seksual, perundungan, maupun penyalahgunaan relasi kuasa yang berlindung di balik alasan pendidikan, kedisiplinan, atau penghormatan kepada guru.

Menjaga martabat santri merupakan tanggung jawab bersama. Tradisi dan nilai-nilai pesantren harus dirawat beriringan dengan penghormatan terhadap hak asasi manusia, sehingga santri dapat belajar, bertumbuh, dan mengembangkan potensi dirinya tanpa rasa takut.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Pesantren juga perlu menjadi bagian penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkeadilan. Santri dan masyarakat pesantren berhak memperoleh akses pendidikan, kesehatan, administrasi kependudukan, perlindungan sosial, serta layanan publik lainnya secara setara, mudah, transparan, dan bebas diskriminasi.

Negara wajib memberikan kepastian bahwa pesantren tidak hanya dipandang sebagai mitra pembangunan moral bangsa, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang hak-haknya harus dilindungi dan dipenuhi.

Selamat Hari Santri Nasional 2026. Wujudkan santri mandiri, pesantren merdeka dari kekerasan, dan pelayanan publik yang berkeadilan.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
2 Tahun Prabowo-Gibran, Andre Rosiade Klaim Indonesia Swasembada 8 Bahan Pokok
• 7 jam lalu
0
thumb
Danantara Mulai Beli Saham BUMN di Pasar Modal Indonesia
• 7 jam lalu
0
thumb
Kata-kata Pertama David Alonso Setelah Dipastikan Naik Kelas ke MotoGP dengan LCR Honda: Tempat yang Sempurna!
• 9 jam lalu
0
thumb
Karhutla Gunung Ciremai Meluas Tembus 60 Hektare, Angin Kencang Hambat Pemadaman
• 2 jam lalu
0
thumb
Hari Santri 2026, Pemerintah Perkuat Pesantren lewat Ditjen Khusus
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.