Presiden Prabowo Subianto mengingatkan para pemimpin agar tidak bersikap lugu dalam menghadapi berbagai tantangan dan persaingan. Menurutnya, pemimpin harus selalu ingat dan waspada agar tidak mudah dimanfaatkan.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Prabowo mengatakan, bangsa Indonesia pada dasarnya dikenal sebagai bangsa yang santun, ramah, dan terbuka terhadap tamu. Namun, Prabowo mengingatkan agar keramahan dan kebaikan tersebut tidak membuat Indonesia menjadi naif dalam menghadapi persaingan.
Baca Juga: Relawan Gibran Silaturahmi ke Rumah Jokowi, Tegaskan Komitmen Tegak Lurus Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode
Baca Juga:Bupati Bolmut Jadi Tersangka Pemerasan dan Gratifikasi, Berikut Konstruksi Perkaranya"Saya berkali-kali menyampaikan bangsa Indonesia ini dasarnya adalah bangsa yang santun, bangsa yang ramah, bangsa yang suka dengan tamu. Dasar kita begitu. Tapi kadang-kadang keramahan kita, kebaikan kita, ya, kadang-kadang menjadi naif," kata Prabowo.Menurut Prabowo, sikap terlalu lugu dapat menjadi kelemahan dalam situasi persaingan. Karena itu, dia meminta para pemimpin untuk lebih berhati-hati. "Ya naif itu lugu, dianggap lugu, dan kadang-kadang dalam dunia persaingan, ya, lugu itu dianggap, dianggap bego gitu, nggak pinter. Jadi kita harus hati-hati, ya," ujarnya.
Prabowo kemudian menyinggung filosofi kepemimpinan Jawa yang mengajarkan bahwa seorang pemimpin tidak boleh bersikap lugu dan harus selalu waspada. Menurutnya, prinsip tersebut juga diajarkan dalam berbagai budaya di Indonesia.
"Dan benar sebetulnya di kalangan kita pun kita di ajaran-ajaran filosofi kepemimpinan Jawa juga diajarkan, pemimpin nggak boleh lugu. Ya. Saya kira di suku, di semua suku juga diajarkan, ya, pemimpin tidak boleh lugu, pemimpin harus waspada," kata Prabowo.
Dia kemudian mengutip filosofi Jawa 'eling lan waspodo'. "Pemimpin itu kalau di filosofi Jawa, eling lan waspodo. Ingat dan waspada," ujarnya.
Prabowo juga mengibaratkan pentingnya kewaspadaan melalui penggunaan api dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, api dibutuhkan, tetapi dapat membahayakan apabila tidak digunakan secara hati-hati.Baca Juga:Mantan Stafsus Gus Yaqut Ungkap Ada Jemaah Haji Berangkat Tanpa Antrean di Riau
"Api, kita ajarkan anak kita, api ini panas. Api perlu, tapi kalau tidak hati-hati, api itu bahaya. Kita butuh api, tapi api bisa mencelakakan kita," tutur Prabowo.
Prabowo menegaskan, kewaspadaan harus diiringi dengan kepercayaan diri terhadap kemampuan bangsa Indonesia. Ia menyebut Indonesia sebagai bangsa yang besar dan kaya. "Jadi Saudara-saudara, ini sebagai pemimpin ya kita waspada. Tapi yang saya tekankan adalah kita harus sekarang punya rasa percaya diri. Bahwa kita ini bangsa yang kaya, bangsa yang besar."
#nasional





Komentar (0)