Pramono Minta Dishub Tindak Tegas Truk yang Ganggu Jalur Transjakarta

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menindak tegas truk bermuatan berlebih yang mengganggu jalur Transjakarta. Hal ini menyusul sejumlah insiden truk menabrak separator hingga menyebabkan kemacetan dan keterlambatan layanan bus, termasuk di Koridor 9.

Pramono mengatakan, dirinya telah menerima laporan mengenai gangguan di jalur busway akibat truk. Ia meminta Dishub berkoordinasi dengan Transjakarta untuk melakukan penindakan terhadap kendaraan yang menghambat operasional bus.

"Untuk itu saya minta kepada Dinas Perhubungan men-support Transjakarta untuk memberikan penindakan, tindakan tegas terhadap hal itu,” kata Pramono kepada wartawan di Jakarta, Kamis (22/10).

Ia mengatakan, truk dengan muatan berlebih kerap mengganggu jalur busway. Kendaraan tersebut juga terkadang berbenturan dengan jembatan penyeberangan orang (JPO) dan fasilitas lainnya.

Pramono mengaku turut merasakan gangguan perjalanan Transjakarta. Saat menaiki bus pada Rabu (21/10), ia mengalami kemacetan di depan kawasan Kanisius hingga harus berpindah bus.

"Saya sendiri ketika hari Rabu kemarin ketika naik busway, bukan apa-apa, saya juga ngalamin kemacetan di depan Kanisius. Jadi saya juga pindah bus kemarin,” tegasnya.

Terkait kemungkinan penindakan bersama kepolisian, Pramono menyatakan terbuka terhadap kolaborasi dengan aparat lalu lintas. Menurut dia, penanganan masalah lalu lintas merupakan tanggung jawab bersama Dishub dan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri.

“Kalau memang ini diperlukan kolaborasi, saya minta untuk dilakukan. Karena memang tanggung jawab lalu lintas itu adalah tanggung jawab bersama, antara Dinas Perhubungan dengan Kakorlantas,” jelas Pramono.

Sebelumnya, sejumlah layanan Transjakarta mengalami keterlambatan akibat truk menabrak mobile concrete barrier (MCB) atau separator di sekitar Halte Kemanggisan, Jakarta Barat, pada Rabu (21/10).

Melalui akun resmi X, Transjakarta menginformasikan insiden tersebut berdampak pada Koridor 9 serta sejumlah rute lainnya, yakni 1W, 3F, 9A, 10H, S61, dan T31. Kecelakaan itu juga memicu kepadatan lalu lintas di sekitar Jalan Letjen S. Parman.

Sehari sebelumnya, Senin (19/10), truk juga menabrak separator di kawasan Cawang Ciliwung, Jakarta Timur. Insiden tersebut menyebabkan kemacetan dan mengganggu layanan pada 15 rute di Koridor 9.

Koridor 9 melayani rute Pinang Ranti, Jakarta Timur, hingga Pluit, Jakarta Utara. Jalur sepanjang sekitar 29,9 kilometer itu melintasi sejumlah kawasan di Jakarta dan menjadi salah satu koridor utama Transjakarta.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mengapa Latihan Militer RI-Australia Penting?
• 10 jam lalu
0
thumb
Cek Daftar Bantuan Pemerintah hingga Akhir 2026, Ada Beras 10 Kg dan BSU
• 9 jam lalu
0
thumb
Keluarga Buru Oknum yang Diduga Beri Obat dan Alkohol ke Aron Ashab hingga Harus Direhab
• 6 jam lalu
0
thumb
Centratama (CENT) Refinancing Pinjaman Rp12,48 Triliun, Jatuh Tempo EMA Diperpanjang hingga 2031
• 21 jam lalu
0
thumb
PSI Sebut Polemik Ijazah Gibran Mestinya Selesai dengan Putusan MK, Praktisi Hukum Tak Setuju
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.