Jakarta, VIVA – Keluarga Aron Ashab kembali mengungkap persoalan yang mereka yakini berkaitan dengan kondisi sang aktor dan kreator konten. Kali ini, sang kakak, Gamyla Ashab, menyoroti dugaan keterlibatan pihak tertentu yang disebut mengenalkan Aron pada penggunaan obat-obatan yang dicampur alkohol. Ia pun meminta orang yang bersangkutan segera menghubunginya untuk memberikan penjelasan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Melalui unggahan di Instagram, Gamyla mengaku masih menunggu itikad baik dari pihak yang dimaksud. Ia juga memperingatkan orang-orang yang diduga menjual obat melalui jalur ilegal agar tidak menganggap persoalan tersebut sebagai hal sepele.
Pernyataan ini muncul ketika keluarga masih berupaya mendampingi Aron menjalani rehabilitasi di pesantren. Sebelumnya, Aron sempat kabur dari tempat rehabilitasi dan menyampaikan pengakuan di media sosial yang memicu perdebatan publik.
Dalam unggahannya, Gamyla menyampaikan pesan tegas kepada seseorang yang ia panggil Ojan. Ia mengaku mengetahui sejumlah informasi mengenai orang tersebut dan meminta agar persoalan yang terjadi segera diselesaikan dengan baik.
“Mas FAUZAN!!!! I GOT YOU!!? Mas ojan saya tunggu itikad baiknya UNTUK SEGERA MENGHUBUNGI Saya yah. ? Saya tau kamu tinggal di WA Ditransfer dan aron bisa dapet Obat yang dia mau dengan mudah. Kamu yang hubungin saya ya. Saya udah pegang smua data kamu. Kita beresin ini baik2 atau gak baik2 Pilihannya ditangan anda ya mas ojan. Saya TUNGGU!!” tulis Gamyla di Instagramnya yang dikutip pada Kamis (22/10/26).
Selain menuntut penjelasan, Gamyla mengungkapkan kekhawatirannya mengenai dugaan penggunaan obat yang dikonsumsi Aron bersama alkohol. Menurut klaimnya dalam unggahan tersebut, penggunaan obat secara tidak terkontrol dapat membawa dampak serius terhadap perilaku dan kesehatan mental.
“Obat ini diminum sesuka anak itu sehari bisa Berbiji2 dicampur alkohol?? EFEKNYA DIA jAdi MONSTER!!!!! BERTAHUN2 MERUSAK KESEHATAN MENTAL BANYAK ORANG,” tulisnya lagi.
Dalam pernyataan yang sama, Gamyla juga menyebut seorang psikiater yang identitasnya ditulis secara tidak lengkap. Ia meminta tenaga medis tersebut segera menghubunginya untuk membicarakan persoalan yang sedang menjadi perhatian keluarga.






Komentar (0)