Mengapa Latihan Militer RI-Australia Penting?

kompas.id
8 jam lalu
Cover Berita
Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?
  1. Bagaimana serunya melihat simulasi perang dalam latihan Keris Woomera 26?
  2. Apa signifikansi dari latihan militer RI-Australia ini?
  3. Bagaimana kerja sama pertahanan antara RI dan Australia?
  4. Apa lagi latihan militer TNI dengan negara lain?
Keseruan melihat simulasi perang dalam latihan Keris Woomera 26

Matahari belum di atas kepala. Namun, hawa di Pusat Latihan Tempur Marinir 5 Baluran, Situbondo, Jawa Timur, sudah terasa panas.

Dua Super Tucano menjatuhkan empat bom tak berpemandu ke sasaran. Asap membubung tinggi, gelegar ledakan pun terasa menusuk di dada. Setelah Super Tucano menjauh, giliran Sistem Peluncur Roket Multilaras (MLRS) yang dioperasikan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menunjukkan taringnya. Puluhan roket menghujani sasaran disertai dentuman keras. Tak mau kalah, High Mobility Artillery Rocket System (Himars) dari Australian Defence Force (ADF) beraksi menghunjamkan sejumlah roket tak berpemandu.

Belum selesai. Kini, giliran senjata artileri medan Howitzer 155 mm dan Howitzer 105 mm yang bertugas. Selain suara dentuman saat menembakkan amunisi, ada suara desing di lintasan melengkung tiap amunisi. Di kejauhan, terlihat kepulan asap saat amunisi mengenai target.

Seolah tak ada ampun, hujan amunisi dari Howitzer disambung hujan mortir dari pelontar mortir dan mesin pelontar granat. Yang langka, dua rudal Anti-Tank Guided Missile (ATGM) Javelin juga turut ditembakkan dalam latihan ini. Rudal sesaat naik vertikal ke atas dan sejurus kemudian menghunjam bumi. Bum!

Baca JugaDari Hujan Roket hingga Javelin, Menyaksikan Keris Woomera 26 dari Dekat
Apa signifikansi latihan militer RI-Australia ini?

Latihan militer gabungan Keris Woomera 26 melibatkan sekitar 1.000 personel Angkatan Pertahanan Australia (ADF) dan lebih dari 1.200 anggota TNI. Selama sembilan hari sejak Senin (12/10/2026) hingga Selasa (20/10/2026), mereka melaksanakan pelatihan yang kompleks, mencakup matra laut, darat, udara, dan siber. Latihan dilaksanakan di Jawa Timur, Laut Bali, dan beberapa wilayah sekitarnya.

”Keris Woomera tahun ini merupakan latihan militer kedua negara, antara TNI dan ADF. Dua tahun lalu, latihan ini ada di tingkat TNI Angkatan Laut dengan Angkatan Laut Australia. Kemudian, di tahun ini, porsi ini ditingkatkan di tiga matra di TNI,” tutur Komandan Kodiklat TNI Letnan Jenderal Mohamad Naudi Nurdika dalam latihan penutup di Puslatpur Marinir 5 Baluran, Situbondo, Jawa Timur.

Pada kesempatan yang sama, Komandan Operasi Gabungan (Commander Joint Operations) Laksamana Madya Justin Jones mengatakan, keberhasilan latihan tersebut menunjukkan kuatnya hubungan pertahanan yang langgeng antara Australia dan Indonesia.

Pengamat hubungan internasional dari President University, Teuku Rezasyah, menilai Indonesia menempati posisi strategis dalam lingkungan keamanan Australia. Karena itu, pemahaman bersama yang dibangun melalui latihan militer dapat membantu kedua negara mengantisipasi perkembangan situasi yang berpotensi mengganggu keamanan kawasan.

Baca JugaLatihan Keris Woomera 26, Perkuat Kemitraan Militer RI-Australia
Bagaimana kerja sama pertahanan RI-Australia?

Indonesia-Australia telah memperbarui Traktat Keamanan Bersama pada Februari lalu. Saat itu, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese datang ke Jakarta untuk menandatangani traktat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta.

Menurut Prabowo, kala itu, Indonesia dan Australia ditakdirkan untuk hidup berdampingan. Karena itu, Indonesia memilih untuk membangun hubungan kerja sama berdasarkan rasa saling percaya dan itikad baik. Indonesia ingin bersahabat dengan semua pihak dan tidak ingin memiliki satu pun musuh.

Bagi PM Albanese, traktat menunjukkan persahabatan erat, kemitraan, dan kepercayaan mendalam di antara kedua negara di bawah kemitraan strategis komprehensif. Apalagi, itu sudah dibangun sejak tiga dekade lalu ketika Presiden ke-2 RI Soeharto dan PM Paul Keating menandatangani kerja sama pertahanan pada Desember 1995.

Traktat merupakan perluasan signifikan dari kerja sama pertahanan dan keamanan yang sudah dijalin Australia dengan Indonesia sebelumnya. Hal itu penting karena kedua negara memiliki salah satu batas maritim terpanjang di dunia yang secara alami membuat Australia dan Indonesia sebagai mitra yang erat.

Baca JugaRI–Australia Perkuat Kerja Sama Pertahanan, PM Albanese Tawarkan Posisi untuk Perwira TNI
Apa lagi latihan militer TNI dengan negara lain?

Latihan Gabungan Bersama Super Garuda Shield (SGS) V 2026 di Bandung, Jawa Barat, 31 Agustus-11 September 2026, melibatkan 4.743 personel dari 21 negara. Di tengah dinamika keamanan Indo-Pasifik, latihan ini diharapkan mampu membangun persahabatan dan kepercayaan antarmiliter negara-negara Asia Pasifik.

SGS V 2026 dibuka Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI, Bandung, Senin (31/8/2026). Negara sahabat yang turut dalam latihan militer itu meliputi Amerika Serikat, Australia, Belanda, Brasil, Brunei Darussalam, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kamboja, Kanada, Korea Selatan, Laos, Selandia Baru, Perancis, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam.

Berbagai latihan pun dilakukan dalam SGS 2026. Di antaranya, latihan komando operasi atau staff exercise, latihan serangan siber (cyber exercise), serta latihan bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana (humanitarian assistance and disaster relief/HADR). Ada pula latihan di lapangan (field training exercise/FTX) yang meliputi operasi lintas udara, operasi pasukan khusus, pertempuran di laut ataupun darat, dan evakuasi medis.

Baca JugaSuper Garuda Shield 2026, Membangun Kepercayaan di Tengah Dinamika Indo-Pasifik

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
27 Orang Diamankan di Kampung Kusta Jongaya, Polisi Sita Sabu-sabu, Senapan Angin hingga Busur
• 10 menit lalu
0
thumb
Benarkah Kim Jong-un Meninggal Dunia Akibat Pendarahan Otak? Korea Utara Langsung Ungkap Fakta Sebenarnya
• 20 jam lalu
0
thumb
Dekan Pascasarjana Unhas Masuk Editorial Board Jurnal Q1 Global
• 5 jam lalu
0
thumb
Prabowo Sebut Penyelundupan Tikam Bangsa Sendiri, dari Narkotika hingga BBM Subsidi
• 22 jam lalu
0
thumb
Ekspansi Perdagangan Minyak Nabati, Bakrie Plantations (UNSP) Dirikan Anak Usaha Baru
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.