Sahroni Dukung Polisi Bebaskan Aktivis Greenpeace: Sesuai Arahan Presiden!

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Enam aktivis Greenpeace Indonesia yang sempat ditahan polisi usai membentangkan spanduk di Patung Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, akhirnya dipulangkan oleh penyidik Polda Metro Jaya pada Selasa malam, (20/10/2026).

Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD), Daniel Winarta, menyebut kepolisian akhirnya mengambil keputusan tersebut setelah proses pemeriksaan dan gelar perkara tidak menemukan adanya unsur pelanggaran hukum pidana dalam gelaran aksi.

Baca Juga :
Pemerintah Hormati Aksi Greenpeace, Tegaskan Komitmen Tangani Krisis Iklim dan Jaga Daya Beli Masyarakat
Sahroni Minta Polri Tindak Tegas Penimbun BBM di Bali: Hukum Berat karena Sangat Menyusahkan Rakyat!

Mendengar perkembangan tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni pun mengapresiasi langkah kepolisian. Sahroni melihat aksi Greenpeace merupakan bagian dari kebebasan berpendapat, dan pemerintah terbuka dengan itu.

“Komisi III mengpresiasi polisi yang sudah membebaskan seluruh aktivis Greenpeace. Karena ini memang bagian dari kebebasan berpendapat, dan memang yang namanya demonstrasi itu harus cari cara agar diperhatikan jadi wajar aktivis melakukan hal seperti itu," kata Sahroni dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/10/2026).

Sahroni yakin Presiden Prabowo juga sudah mendengar ini dan sepakat dengan langkah yang diambil polisi, karena presiden juga sudah berkali-kali mengamanahkan polisi bersama rakyat.

"Seperti saya baca statementnya Kepala Bakom Syahganda, yang menyebut krisis iklim dan biaya hidup warga telah jadi perhatian presiden. Bahkan pemerintah terbuka untuk menerima data dan rekomendasi dari Greenpeace untuk menjadi perbaikan-perbaikan ke depannya,” ujar Sahroni.

Lebih lanjut, Sahroni juga berhadap pihak kepolisian bisa terus mendukung aksi-aksi penyampaian pendapat damai yang dilakukan oleh berbagai lapisan masyarakat.

“Memang tugas polisi bukan hanya menjaga keamanan tapi juga memfasilitasi siapapun yg mau menyampaikan pendapat di depan publik kepada pemimpin. Karena polisi bersama rakyat, jadi sudah seharusnya polisi membantu memfasilitasi rakyat dalam menyampaikan kritik yang baik,” kata Sahroni.

Baca Juga :
Usai Raih Perunggu Asian Games 2026, Novela Rezha Gabung ASC Padel Team
Spanduk Greenpeace Indonesia Berisi Kritik Terpasang di Monumen Selamat Datang Bundaran HI, Begini Respons Pramono
Sahroni Desak Polisi Pidanakan Bos Korporasi Penyebab Karhutla: Tak Boleh Ada Toleransi!

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dirut PT CNI Tersangka, Kejagung Periksa 2 Saksi Terkait Korupsi Nikel
• 3 jam lalu
0
thumb
MenPAN-RB Rini Tegaskan Gaji ASN Tak Boleh Dipersulit, Kemenkeu Pastikan Tetap Lewat Bank
• 13 jam lalu
0
thumb
Menlu RI ingatkan WNI tak ikut-ikut dalam unjuk rasa di Eropa
• 37 detik lalu
0
thumb
Hino Big Bus Pakai Baterai 150 Ah, Dukung Kebutuhan Kelistrikan Penumpang
• 30 menit lalu
0
thumb
Prabowo: Karhutla Tidak Semata-mata Alamiah, Ada Campur Tangan Manusia
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.