Jakarta: Global Millennial Model United Nations (GM MUN) 2026 edisi ke-22 menjadi wadah laboratorium kepemimpinan bagi generasi muda. Kegiatan ini jadi ruang untuk belajar mendengar, berargumen secara terstruktur, serta merumuskan solusi atas berbagai isu global.
“Model United Nations bukan sekadar simulasi sidang. Ini adalah laboratorium kepemimpinan di mana generasi muda belajar mendengar, berargumen secara terstruktur, dan mencari solusi bersama atas masalah nyata dunia. GM MUN hadir untuk memastikan pemuda Indonesia tidak hanya menjadi penonton, tetapi aktor aktif di panggung global,” tegas Founder & CEO Globy Muflih Dwi Fikri di Jakarta, dikutip Rabu, 21 Oktober 2026.
Baca Juga :
Dasco Terima Audiensi Keluarga Murid SMA Strada, Bahas Dugaan DiskriminasiKonferensi diplomasi kepemudaan yang diselenggarakan oleh Globy di Grand Sahid Jakarta ini menghimpun lebih dari 1.200 delegasi dari 12 negara. Termasuk partisipasi perdana dari Prancis dan Belanda, serta peserta dari berbagai penjuru Nusantara.
Mengusung tema “Forging a Sustainable Future,” ajang ini menghadirkan tokoh nasional dan internasional sebagai pemapar utama (keynote speaker). Anggota DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo berpesan agar calon pemimpin muda membangun integritas melalui pemikiran terbuka dan aksi nyata.
Ilustrasi. Foto: Freepik.com.
Sementara itu, Director PT SPRIX Education Indonesia Wataru Ueno dan Director UNIC Jakarta Miklos Gaspar menekankan pentingnya jejaring lintas negara serta relevansi simulasi sidang PBB dengan aksi di dunia nyata.
Dalam pelaksanaannya, para peserta terbagi ke dalam enam council berdasarkan jenjang usia. Mulai dari tingkat junior (UNESCO, UNEP, UNICEF) hingga senior (WHO, UNHRC, WTO), yang secara khusus mengulas isu perubahan iklim, kesehatan, hak asasi manusia, hingga transisi energi hijau.
Menutup edisi ke-22 di Jakarta, Globy mengumumkan akan melanjutkan rangkaian ajang diplomasi kepemudaan ini melalui penyelenggaraan GM MUN berikutnya di Bandung pada 29–31 Januari 2027.





Komentar (0)