Pemerintah Siapkan Hilirisasi Kemenyan dan Kratom

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah menyiapkan pengembangan hilirisasi kemenyan dan kratom untuk memperluas pengolahan komoditas pertanian di dalam negeri. Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan kedua komoditas ini berpotensi memiliki nilai pasar yang besar jika dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.

Luhut menyebut hilirisasi kemenyan dan kratom dapat menjadi pengembangan baru dalam strategi industrialisasi Indonesia, yang selama ini banyak dikaitkan dengan pengolahan nikel.

“Ini sama seperti nikel waktu kita mulai 10 tahun yang lalu. Sekarang era Presiden Prabowo ada dari pertanian, yaitu hilirisasi kratom, hilirisasi tadi kemenyan,” ujarnya dalam keterangan pers DEN di Istana Negara, Jakarta, Selasa (20/10).

Pemerintah juga berencana meresmikan pusat riset terkait genome sequencing di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara. Menurut Luhut, riset tersebut merupakan salah satu bagian dari rencana pengembangan hilirisasi berbasis komoditas pertanian.

“Dua barang ini saya pikir kami lihat market-nya, nanti Anda bisa google juga, bisa juga beberapa miliar atau berapa puluh miliar dolar downstream-nya,” kata Luhut.

Luhut menambahkan pusat riset tersebut dijadwalkan untuk diresmikan pada Maret 2027, jika seluruh persiapan berjalan sesuai rencana.

Ekspor produk hilirisasi ditargetkan tembus USD 50 miliar

Dalam kesempatan yang sama, anggota dan Sekretaris Eksekutif DEN Septian Hario Seto memaparkan soal pengembangan hilirisasi di Indonesia yang tidak hanya berlangsung pada komoditas nikel.

Berdasarkan kajian terbaru DEN, hilirisasi aluminium dan komponen baterai litium turut berkembang.

DEN memperkirakan nilai ekspor hasil hilirisasi nikel, aluminium, dan komponen baterai litium mencapai sekitar USD 50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat hampir 45 persen dari nilai ekspor pada 2024 yang disebut Seto mencapai sekitar USD 34,5 miliar.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Viral Video Ajudan Gubernur Kaltim Diduga Arogan ke Mahasiswa, Terancam Ditarik ke Kesatuan
• 13 jam lalu
0
thumb
KPK Sita Pengembalian Uang Rp250 Juta dari PCNU Nias, Terkait Apa?
• 7 jam lalu
0
thumb
Sopir Truk Tangki Diciduk Bawa 5 Ton Solar Subsidi, Polisi Ungkap Dugaan Modusnya
• 19 jam lalu
0
thumb
Mengapa Transportasi Jakarta Naik ke Posisi ke-15 Dunia?
• 2 jam lalu
0
thumb
Puluhan Siswa di Cirebon Alami Gejala Keracunan Usai Santap MBG
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.