REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON – Puluhan siswa dari beberapa sekolah di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon dilaporkan mengalami gejala diduga keracunan, Selasa (20/10/2026). Hal itu mereka alami setelah sebelumnya menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah masing-masing.
Para siswa itu berasal dari tingkatan taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah dasar (SD) di wilayah tersebut. Mereka dilaporkan mengalami mual, muntah, diare, hingga sesak napas.
Baca Juga
Menuntun MBG ke Arah yang Benar
BGN Percepat Aktivasi Dapur MBG di Daerah 3T, Insentif Diubah Jadi Rp2.000 per Porsi
Survei PPI: MBG Program Baik, Lebih 65 Responden Puas Kinerja Pemerintah
Salah satu orang orang tua siswa, Donny Armando, menjelaskan, anaknya pulang sekolah dari SD Kalijaga Permai sekitar pukul 12.00 WIB masih dalam keadaan normal. Namun, mulai sekitar pukul 15.00 WIB, anaknya mengeluhkan mual hingga muntah-muntah dan buang air besar.
Berdasarkan keterangan anaknya, beberapa jam sebelumnya ia menyantap MBG di sekolahnya. Adapun salah satu menuknya berupa sayur sop telur puyuh.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
“Kata anak saya, sayurnya itu sudah bau,” kata Donny, saat ditemui sedang memeriksakan anaknya di RS Siloam Putera Bahagia Cirebon.
Selain Donny, puluhan orang tua siswa lainnya juga terlihat membawa anaknya ke RS Siloam. Anak-anak tersebut mengalami gejala serupa setelah sebelumnya juga menyantap MBG di sekolah mereka.
Donny mengaku tidak mengetahui pasti jumlah anak-anak yang mengalami keluhan yang sama dengan anaknya. Namun jika dilihat dari jumlah orang tua dan siswa yang datang ke RS Siloam, ia memperkirakan jumlahnya bisa lebih dari 50 orang.
Donny menyatakan, para korban masih menjalani pemeriksaan dokter. Ia pun belum tahu apakah mereka semua harus menjalani rawat inap atau tidak.
“Lagi diperiksa dulu sama dokter, nanti dirawat atau tidak, saya juga belum tahu,” tuturnya.
Komentar (0)