Dilansir dari keterangan resmi Danantara pada Selasa, 20 Oktober 2026, melalui holding investasinya, PT Danantara Investment Management (DIM), transaksi lahan tersebut diselesaikan pada 18 Oktober 2026, setelah diakuisisi dan diserahterimakan pada 11 Agustus 2026.
Akuisisi ini merupakan tindak lanjut kesepakatan strategis Danantara Indonesia dan Thakher Development Company yang diumumkan pada 14 Desember 2025. Investasi tersebut menjadi bagian dari rencana pengembangan ekosistem haji dan umrah yang disebut Kompleks Bait Jemaah.
Lahan tersebut direncanakan masuk dalam pengembangan kawasan terpadu yang mencakup fasilitas perhotelan, ritel, dan berbagai layanan pendukung. Pengembangannya akan dilakukan secara bertahap bersama Al-Khomasiah, mitra pengembang lokal yang turut mendukung penyelesaian transaksi.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan investasi ini menjadi langkah untuk membangun platform perhotelan jangka panjang di Arab Saudi.
“Fokus kami adalah mengelola aset-aset ini dengan disiplin investasi yang ketat, sekaligus mengembangkan ekosistem terpadu yang meningkatkan kualitas akomodasi dan layanan bagi jemaah dari Indonesia maupun berbagai negara lainnya,” ujar Rosan.
Menurut Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, kombinasi hotel yang telah beroperasi dan lahan pengembangan memberi ruang bagi perusahaan untuk memperluas bisnis seiring pertumbuhan ekosistem haji dan umrah.
"Inisiatif ini memadukan aset yang telah beroperasi dengan lahan yang memberikan ruang bagi kami untuk berekspansi dalam jangka panjang, seiring dengan terus berkembangnya ekosistem haji dan umrah,” ujar Pandu.
Danantara juga melihat peluang untuk memperkenalkan budaya, pelayanan, dan kuliner Indonesia kepada pasar internasional. Meski demikian, pengembangan lahan masih harus melalui tahapan studi kelayakan, persetujuan, serta pemenuhan dokumen dan perizinan sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca Juga :
Danantara Indonesia Trust Siapkan Rp1,79 Triliun per Tahun untuk Program SosialInvestasi di Thakher Makkah juga dinilai membuka peluang kerja sama ekonomi jangka panjang antara Indonesia dan Arab Saudi. CEO Thakher Development, Faisal Shaker, menyebut masuknya Danantara sebagai investor asing menjadi bentuk kepercayaan terhadap kawasan tersebut.
“Kehadiran negara pertama di luar Arab Saudi yang memiliki properti di kawasan kami mencerminkan kepercayaan internasional terhadap Thakher Makkah, sekaligus terhadap langkah Kerajaan Arab Saudi membuka Makkah bagi mitra jangka panjang yang memiliki komitmen yang sama untuk melayani para tamu Allah,” ujar Shaker.
Shaker juga mengatakan transaksi ini telah diselesaikan dalam waktu sekitar 10 bulan sejak penandatanganan hingga peralihan kepemilikan. Ke depan, Thakher Development akan mendukung penyelarasan rencana investasi Danantara dengan strategi pengembangan kawasan, termasuk upaya memperluas pilihan akomodasi bagi jemaah Indonesia.
Sementara itu, CEO Khomasiah Group, Ammar Baroum, menilai transaksi tersebut mencerminkan potensi investasi di sektor perhotelan dan properti Arab Saudi, khususnya di Makkah dan Madinah.
“Komitmen Danantara Indonesia menegaskan iklim investasi Arab Saudi yang menarik termasuk peluang investasi di sektor perhotelan dan properti, khususnya di Makkah dan Madinah,” ujar Baroum.
Danantara menyatakan pengembangan akan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kelayakan komersial, regulasi, dan tata kelola. Selain memperluas bisnis perhotelan, perusahaan juga membuka peluang penjajakan investasi di Madinah serta sektor strategis lainnya. (Wisa Irena Br Sitepu)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
- URL Berhasil di Salin Danantara Akuisisi Lahan 4,4 Hektar di Makkah, Siapkan Ekosistem Hotel untuk Jemaah Klik untuk baca: https://www.medcom.id/ekonomi/bisnis/8KyxyXYk-danantara-akuisisi-lahan-4-4-hektar-di-makkah-siapkan-ekosistem-hotel-untuk-jemaah
(ANN)






Komentar (0)