Pengakuan tersebut diungkapkan Horner dalam autobiografi terbarunya berjudul Drive. Menurut dia, Hamilton yang saat itu masih membela McLaren mulai mempertimbangkan masa depannya setelah mengalami sejumlah masalah teknis sepanjang musim Formula 1 (F1) 2012.
Hamilton meninggalkan McLaren pada akhir musim 2012 dan bergabung dengan Mercedes melalui kontrak jangka panjang. Keputusan tersebut sempat menuai keraguan dari sejumlah pihak di paddock F1. Namun, kepindahan itu menjadi salah satu keputusan penting dalam karier Hamilton.
Bersama Mercedes, pembalap asal Inggris tersebut meraih enam gelar juara dunia tambahan setelah sebelumnya menjadi juara dunia untuk pertama kalinya bersama McLaren pada 2008. Hamilton kemudian pindah ke Ferrari pada 2025.
Dalam bukunya, Horner menceritakan bahwa ayah Hamilton sempat menghubunginya. Hal itu membuat Horner menduga Hamilton mulai mempertimbangkan Red Bull sebagai tujuan berikutnya setelah merasa kurang nyaman di McLaren.
Baca Juga :
Afrika Masuk Kalender F1 Mulai 2030, Rwanda Jadi Tuan RumahHorner juga mengungkapkan adanya pertemuan rahasia yang berlangsung di rumah Adrian Newey, mantan desainer andalan Red Bull, di dekat Ascot, Inggris.
“Ketika sebuah pertemuan rahasia kemudian diadakan bersama Lewis di rumah Adrian, naluri saya terbukti benar. Dia ingin meninggalkan McLaren, dan kami menjadi tujuan pilihannya,” tulis Horner dalam autobiografinya dikutip Crash.
Dalam pertemuan tersebut, Hamilton disebut langsung menanyakan persyaratan untuk bergabung dengan Red Bull.
“Apa yang diperlukan agar saya bisa bergabung dengan kalian?” demikian pertanyaan Hamilton sebagaimana dikutip Horner dalam buku tersebut.
Horner mengaku tertarik dengan kemungkinan menduetkan Hamilton bersama Sebastian Vettel, yang saat itu menjadi andalan Red Bull. Newey juga disebut sangat antusias terhadap prospek tersebut karena kehadiran Hamilton dinilai dapat memperkuat daya saing tim.
Namun, rencana itu tidak mudah diwujudkan. Horner menyebut Helmut Marko, penasihat Red Bull saat itu, menunjukkan keraguan karena Hamilton berpotensi memengaruhi posisi Vettel, pembalap yang selama ini menjadi andalannya.
Selain itu, persoalan finansial menjadi hambatan utama. Horner mengatakan nilai kesepakatan yang diperlukan untuk merekrut Hamilton sangat besar, meskipun pembalap Inggris itu memiliki nilai komersial yang menjanjikan bagi tim.
Simon Fuller, agen Hamilton saat itu, bahkan disebut menawarkan potensi kerja sama bernilai besar. Horner mengenang Fuller pernah menyampaikan bahwa mereka dapat menciptakan kesepakatan olahraga terbesar sejak Muhammad Ali.
Meski mengakui potensi keuntungan pemasaran dari perekrutan Hamilton, Horner mengatakan dirinya tidak terlalu agresif menindaklanjuti peluang tersebut. Red Bull akhirnya tidak merekrut Hamilton, yang kemudian membangun era kejayaan bersama Mercedes.
Horner menilai Hamilton sudah menjadi figur ikonik pada 2012. Setelah tampil mengesankan sejak debutnya bersama McLaren pada 2007, Hamilton berkembang menjadi salah satu pembalap tercepat di grid F1, dengan kemampuan istimewa dalam kondisi lintasan basah serta nilai komersial yang kuat.
Pernyataan Horner ini mengungkap salah satu kemungkinan transfer besar yang tidak terwujud dalam sejarah Formula 1. Jika kesepakatan itu terjadi, Hamilton berpeluang menjadi rekan setim Vettel di Red Bull sebelum akhirnya meraih enam gelar juara dunia bersama Mercedes.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
- URL Berhasil di Salin Terungkap! Christian Horner Sebut Lewis Hamilton Sempat Ingin Gabung Red Bull Klik untuk baca: https://www.medcom.id/olahraga/f1/wkBdv4BN-terungkap-christian-horner-sebut-lewis-hamilton-sempat-ingin-gabung-red-bull
(ASM)






Komentar (0)