KDM Soroti Ketidakadilan Tambang: Daerah Kaya SDA Justru Warganya Miskin

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti ketidakadilan yang terjadi di daerah penghasil sumber daya alam (SDA). Menurutnya, kekayaan alam yang dikeruk dari suatu wilayah seharusnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat, bukan justru meninggalkan kemiskinan dan kerusakan lingkungan.

Sorotan itu disampaikan Dedi saat memberikan sambutan dalam Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations di Pullman Bandung International Convention Center, Selasa (20/10).

Dedi mengatakan, persoalan tersebut menjadi salah satu alasan dia menghentikan aktivitas sejumlah tambang di Jawa Barat. Ia menilai terdapat ketimpangan antara keuntungan yang dihasilkan dari eksploitasi sumber daya alam dan kondisi masyarakat di sekitar lokasi tambang.

Ia mencontohkan, material hasil pertambangan dikirim ke daerah lain untuk diolah menjadi produk bernilai tinggi, termasuk digunakan dalam pembangunan gedung-gedung bertingkat.

Sementara itu, masyarakat di wilayah asal sumber daya alam tersebut masih menghadapi kemiskinan dan keterbatasan akses pendidikan.

Menurut Dedi, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sumber daya alam belum sepenuhnya memberikan manfaat yang adil bagi masyarakat di daerah penghasil.

Ia menilai persoalan itu perlu diselesaikan dengan mengubah pola pembangunan, terutama melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia agar daerah penghasil bahan baku mampu mengembangkan industri dan menghasilkan produk jadi secara mandiri.

Dedi menegaskan, daerah yang kaya sumber daya alam tidak semestinya terus bergantung pada penjualan bahan mentah.

Masyarakat setempat perlu mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan teknologi sehingga dapat memperoleh nilai tambah dari kekayaan alam di wilayahnya.

"Saya ingin mengubah dulu culture-nya, agar apa? Agar ke depan negara yang kaya kekayaan alamnya tidak menjadi negara yang paling menderita karena telat dalam menyekolahkan anaknya menjadi seorang engineer," kata politikus Gerindra ini.

Ia menilai pendidikan dan penguasaan teknologi menjadi faktor penting untuk mendorong kesetaraan antarnegara maupun antardaerah.

Dengan demikian, daerah penghasil bahan baku dapat bertransformasi menjadi wilayah yang mampu memproduksi barang jadi dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

Dalam forum tersebut, Dedi juga mengingatkan para insinyur agar tidak hanya berorientasi pada kepentingan ekonomi dan kekuasaan. Menurutnya, ilmu teknik harus diarahkan untuk mewujudkan keadilan serta meningkatkan kesejahteraan manusia.

Dedi berharap pengembangan teknologi dan industri di kawasan ASEAN dapat berjalan dengan prinsip saling melengkapi. Negara atau daerah penghasil bahan baku, menurutnya, perlu memperoleh manfaat yang sepadan dengan nilai ekonomi produk yang dihasilkan dari sumber daya tersebut.

Ia menambahkan, pembangunan yang berkeadilan harus memperhatikan kesejahteraan masyarakat, akses pendidikan, hingga keberlanjutan lingkungan. Dengan begitu, kekayaan alam tidak hanya menghasilkan keuntungan ekonomi, tetapi juga menjadi dasar bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
IHSG Hijau, Dasco: Pagi yang Cerah
• 5 jam lalu
0
thumb
Green Power Group (LABA) dan Oscar Investama Resmi Jalankan Bisnis Sewa Baterai Truk Listrik
• 8 jam lalu
0
thumb
PLN UID Yogyakarta Edukasi Siswa SMA AFBS tentang Kelistrikan dan Dunia Kerja
• 19 jam lalu
0
thumb
MUI Ingatkan Umat Islam tak Undang Habib Alwi Ceramah, Ini Sebabnya
• 17 jam lalu
0
thumb
Preview PSG vs Barcelona: Perang Saudara
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.