Menjelang HGN 2026, PGRI Berharap Presiden Prabowo Beri Kabar Baik untuk Guru

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) berharap Presiden Prabowo Subianto memberikan kabar baik menjelang peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2026.

HGN 2026 sekaligus HUT PGRI akan dilaksanakan di Tangerang pada 28 November mendatang.

BACA JUGA: 1 Januari 2027 Sebanyak 242.482 Guru PPPK Paruh Waktu Diangkat ASN Penuh di Bawah Kemendikdasmen

"Kami sangat berharap ada kabar gembira dari Presiden Prabowo untuk guru-guru di Indonesia," kata Ketua PB PGRI Dudung Abdul Qodir kepada JPNN, Minggu (18/10/2026).

Salah satu kabar yang sangat dinantikan adalah pengangkatan guru PPPK menjadi PNS tanpa tes.

BACA JUGA: Mulai Dibahas Skema terkait Guru PPPK, Kesejahteraan Dijamin Negara

PPPK berusia di atas 35 tahun pun tetap diakomodasi.

Menurut Dudung, sudah selayaknya pengangkatan PNS dari PPPK tidak melalui tes dan harus ada afirmasi usia.

BACA JUGA: PPPK Paruh Waktu Tendik Bersatu Minta Disejajarkan dengan Guru

Itu karena selama bertahun-tahun guru PPPK tidak mendapatkan gaji layak, sehingga pengangkatan PNS merupakan bentuk penghargaan pemerintah.

"Gaji guru Indonesia murah sekali. Sangat berbeda dengan Malaysia yang sangat memperhatikan guru-gurunya," terang Dudung.

Guru di Malaysia dibayar per bulannya Rp 56 juta.

Ketika pensiun gurunya langsung mendapat dana pensiun Rp 1,3 miliar.

Kemudian, setiap bulannya gurunya mendapatkan gaji pensiun sekitar Rp 24 juta per bulan.

Bandingkan dengan Indonesia, gaji guru PNS hanya Rp 4 jutaan per bulan dengan dana pensiun Rp 50 juta sampai Rp 60 juta.

Selain gaji, rekrutmen guru di Malaysia juga dinilai Dudung sangat memanusiakan profesi guru.

Di awal rekrutmen guru pemula, pemerintah memberlakukan masa percobaan tiga tahun dengan gaji Rp 15 juta sampe Rp 20 juta per bulan.

Setelah tiga tahun, guru pemula ini diangkat otomatis menjadi guru kerajaan atau tetap.

Mereka digaji dua sampai tiga kali lipat dari gaji guru pemula.

"Jadi, seleksi guru di Malaysia hanya sekali di awal. Setelah itu begitu diangkat menjadi guru tetap tidak ada seleksi lagi," ucap Dudung.

Itu sebabnya, banyak SDM pintar dan profesional yang ingin menjadi guru.

Berbeda dengan di Indonesia. Gurunya dibuat ribet, seleksi berkali-kali, tetapi digaji murah.

Oleh karena itu kata Dudung, jika ingin mendapatkan guru profesional, gajinya harus diperbaiki.

Minimal gaji guru Rp 20 juta agar banyak SDM pintar dan profesional mau melamar jadi guru. (esy/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Guru Besar FH Untar Profesor Ariawan Gunadi Bahas Reformasi Investasi di Sidang PBB


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Mesyia Muhammad


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Forum Pemred Gelar Run For Good Journalism 2026, Kampanyekan Jurnalisme Berkualitas!
• 1 jam lalu
0
thumb
Kementerian ESDM Terus Tingkatkan Persetujuan RKAB
• 2 jam lalu
0
thumb
Jelang Implementasi I-EU CEPA, Kemendag Soroti Kesiapan Eksportir Manufaktur
• 4 jam lalu
0
thumb
Pengadilan China Penjarakan Enam Orang Terkait Keracunan 247 Anak TK, Pengelola Divonis Seumur Hidup
• 1 jam lalu
0
thumb
Setia Berpartai, Pedagang di Sumenep Terima Bantuan Said Abdullah
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.