Jelang Implementasi I-EU CEPA, Kemendag Soroti Kesiapan Eksportir Manufaktur

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penguatan dilakukan melalui peningkatan pemahaman peluang akses pasar, persyaratan teknis ekspor, ketentuan asal barang, serta pemanfaatan layanan digital.

Jelang Implementasi I-EU CEPA, Kemendag Soroti Kesiapan Eksportir Manufaktur. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperkuat kesiapan eksportir manufaktur untuk memanfaatkan peluang ekspor ke Uni Eropa (UE) jelang target implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) pada triwulan I-2027. 

Penguatan dilakukan melalui peningkatan pemahaman peluang akses pasar, persyaratan teknis ekspor, ketentuan asal barang, serta pemanfaatan layanan digital.

Baca Juga:
Prabowo Ungkap Transformasi RI dari Importir ke Eksportir: Siap Perkuat Ketahanan Pangan Dunia

Penguatan kesiapan eksportir menjadi semakin penting jika melihat besarnya potensi pasar UE bagi produk manufaktur Indonesia, khususnya tekstil dan produk tekstil (TPT), alas kaki, otomotif, produk elektronik, serta besi dan baja.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag, Johni Martha, menegaskan bahwa kesiapan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam mengoptimalkan manfaat I-EU CEPA. Ia menekankan, selain bermanfaat membuka peluang peningkatan ekspor melalui penghapusan dan penurunan tarif, perjanjian tersebut juga menuntut eksportir memahami berbagai persyaratan teknis dan ketentuan nontarif yang berlaku di pasar Uni Eropa.

Baca Juga:
Jadi Salah Satu Eksportir Dunia, Pengusaha Furnitur RI Diminta Adaptasi dengan Selera Pasar

“I-EU CEPA merupakan momentum strategis bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar ekspor ke Uni Eropa, khususnya di sektor-sektor unggulan nasional. Namun, menikmati penghapusan tarif saja tidak cukup. Pelaku usaha juga harus memahami dan memenuhi berbagai persyaratan teknis serta ketentuan nontarif yang berlaku di pasar UE,” kata Johni dalam workshop "Tingkatkan Ekspor ke Kawasan Eropa Melalui Perjanjian Perdagangan Indonesia-EU CEPA di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (17/10/2026.

Atase Perdagangan (Atdag) RI Brussel, Lusyana Halmiati, menjelaskan bahwa I-EU CEPA membuka peluang penghapusan atau penurunan tarif bea masuk bagi kelima sektor manufaktur tersebut. Namun, untuk mengoptimalkan peluangnya, eksportir perlu meningkatkan kesiapan memasuki pasar UE. 

Baca Juga:
LPEI Fasilitasi 10 Eksportir Binaan Perluas Akses ke Pasar Global Lewat TEI 2026

“Kami ingin memastikan pelaku usaha Indonesia mampu memenuhi standar mutu, persyaratan teknis, dan regulasi keberlanjutan yang diterapkan UE. Kesiapan industri menjadi kunci peningkatan daya saing dan perluasan penetrasi produk Indonesia di pasar Eropa secara berkelanjutan,” kata Lusyana.

Sementara itu, Direktur Fasilitasi Ekspor dan Impor Kemendag, Bayu Wicaksono Putro, menjelaskan bahwa pelaku usaha perlu memahami ketentuan Rules of Origin karena hal ini menjadi syarat ekspor. Ketentuan ini mengesahkan suatu produk berstatus barang asal Indonesia untuk dapat menikmati tarif preferensi di bawah I-EU CEPA.

Untuk mendukung kesiapan pelaku usaha, Kemendag menghadirkan layanan digital Export Sandbox yang terintegrasi dalam portal InaExport. Layanan ini membantu pelaku usaha mengidentifikasi pasar potensial, menganalisis peluang perdagangan, membandingkan tarif bea masuk, serta memperoleh informasi mengenai persyaratan teknis negara tujuan ekspor. 

UE merupakan pasar potensial bagi produk Indonesia, dengan populasi sekitar 449,2 juta jiwa dan produk domestik bruto mencapai USD21,23 triliun. Pada 2025, total perdagangan Indonesia-Uni Eropa tercatat sebesar USD31,7 miliar dengan ekspor Indonesia mencapai USD19,4 miliar.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Demo di Paris Berujung Ricuh-Penjarahan, Kemlu Pastikan Tak Ada WNI Terlibat | KOMPAS MALAM
• 7 jam lalu
0
thumb
Media Lokal Bersuara, Mengawal Revisi UU Hak Cipta untuk Ekosistem Digital Berkelanjutan
• 6 jam lalu
0
thumb
Nih Dia Mobil Hybrid Terlaris September 2026
• 8 jam lalu
0
thumb
Hasil IWL Dewa United Vs Persikad: Zahra Muzdalifah jadi Penentu Kemenangan Dewa United
• 4 jam lalu
0
thumb
Kejagung Tetapkan Direktur PT Toba Pulp Lestari Tersangka Kasus Transfer Pricing
• 58 menit lalu
0
Berhasil disimpan.