Terkini, Makassar — Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui UNHAS Migrant Service Center (MSC) resmi membuka Kelas Migrant Batch 1 Training Bahasa dan Budaya Jepang sebagai bagian dari upaya mempersiapkan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) yang akan bekerja di Jepang.
Program ini tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga membekali peserta dengan kemampuan berbahasa Jepang, pemahaman budaya, serta kesiapan menghadapi lingkungan dan standar kerja di negara tujuan.
Launching Kelas Migrant Batch 1 berlangsung di MSC Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan tersebut dibuka Wakil Rektor V Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha Unhas, Prof. Dr. Amir Ilyas, S.H., M.H., didampingi Ketua UNHAS Migrant Service Center, Dr. Ns. Takdir Tahir, M.Kes., serta jajaran pimpinan lainnya.
Batch pertama diikuti delapan peserta dengan latar belakang pendidikan yang beragam. Mereka berasal dari alumni Fakultas Keperawatan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Teknik Unhas, alumni Universitas Manado, serta lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK).
Selama kurang lebih enam bulan, para peserta akan mengikuti pembelajaran bahasa dan budaya Jepang dengan melibatkan pengajar dari Program Studi Bahasa Jepang, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unhas.
Pembelajaran tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi sekaligus memberikan pemahaman mengenai kehidupan sosial dan budaya kerja di Jepang.
Bekal tersebut dinilai penting untuk membantu calon pekerja migran beradaptasi ketika nantinya memasuki lingkungan kerja di negara tujuan.
Program Kelas Migrant Batch 1 menargetkan peserta mampu memperoleh sertifikat kemampuan Bahasa Jepang level N4 sekaligus memenuhi kualifikasi Specified Skilled Worker (SSW).
Setelah seluruh persyaratan terpenuhi, para peserta ditargetkan dapat berangkat ke Jepang pada Januari–Februari 2027 melalui PT Hadin Manpower, dengan menyesuaikan ketersediaan job order.
Wakil Rektor V Unhas Prof. Amir Ilyas menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia berharap Kelas Migrant dapat menjadi program berkelanjutan yang membuka akses lebih luas bagi alumni maupun masyarakat untuk mempersiapkan diri memasuki pasar kerja internasional.
“Kami berharap program ini terus berkelanjutan dan dapat membuka batch berikutnya, sehingga semakin banyak alumni maupun masyarakat yang memperoleh kesempatan untuk bekerja secara profesional di luar negeri,” jelas Prof. Amir.
Sementara itu, Ketua UNHAS Migrant Service Center Dr. Takdir Tahir mengatakan Kelas Migrant Batch 1 merupakan langkah awal Unhas dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sekaligus kesiapan menghadapi persaingan pasar kerja internasional, khususnya di Jepang.
Menurutnya, program tersebut dibangun untuk menghadirkan jalur persiapan yang lebih terstruktur bagi calon pekerja migran. Persiapan dilakukan mulai dari penguatan kemampuan bahasa hingga pemenuhan kompetensi yang dibutuhkan oleh pasar kerja.
Melalui kolaborasi antara Unhas dan mitra terkait, program tersebut diharapkan dapat memperluas akses kesempatan kerja di luar negeri, khususnya bagi alumni Unhas dan masyarakat yang ingin membangun karier secara profesional di Jepang.
Kehadiran Kelas Migrant juga menjadi bagian dari upaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam memberikan pendampingan dan pembekalan kepada calon pekerja migran agar mereka memiliki kesiapan yang lebih baik sebelum memasuki dunia kerja internasional.





Komentar (0)