Pagelaran Sabang Merauke 2026 Usung Cerita Hikayat Srikandi Nusantara

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pagelaran Sabang Merauke digelar di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026. Memasuki penyelenggaraan ketujuh sejak pertama kali digelar pada 2022, pertunjukan tahun ini mengangkat tema Hikayat Srikandi Nusantara.

Pagelaran tahun ini kembali menghadirkan kolaborasi tari, musik, teater, busana, dan kesenian tradisional dari berbagai daerah Indonesia. Namun, berbeda dari tahun sebelumnya, cerita yang diangkat kali ini lebih berfokus pada perempuan dan tokoh-tokoh perempuan dalam berbagai cerita Nusantara.

Sejumlah tokoh yang menjadi bagian utama dalam pertunjukan antara lain Srikandi, Mahadewi, Dayang Sumbi, Mandeh Rubayah, dan Calon Arang. Kelima tokoh tersebut berasal dari latar cerita dan daerah yang berbeda. Fokus Mengangkat Kisah Perempuan Nusantara Pagelaran Sabang Merauke 2026 merupakan kelanjutan dari konsep yang dibawa pada tahun sebelumnya. Head of Event and Activation iForte Moh Arif Yoansyah mengungkapkan Hikayat Nusantara tahun lalu mengangkat keragaman cerita dan budaya dari berbagai wilayah, tahun ini cerita dikembangkan dengan menempatkan perempuan sebagai fokus utama.

"Ini kelanjutan dari tahun lalu tahun lalu adalah Hikayat Nusantara,” ujar Arif saat ditemui di Indonesia Arena, Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026.

Srikandi menjadi tokoh sentral yang menghubungkan berbagai cerita tersebut. Selain Srikandi, ada Mahadewi dari Yogyakarta, Dayang Sumbi dari Jawa Barat, Mandeh Rubayah dari Sumatera Barat, dan Calon Arang dari Bali.

Masing-masing tokoh memiliki karakter dan persoalan berbeda. Mandeh Rubayah membawa kisah mengenai hubungan ibu dan anak melalui cerita Malin Kundang. Dayang Sumbi dan Si Tumang membawa cerita mengenai cinta dan kesetiaan. Mahadewi berkaitan dengan keseimbangan antara sisi terang dan gelap, sedangkan Calon Arang membawa cerita mengenai seorang ibu, Ratna Manggali, serta persoalan kehidupan yang tidak selalu dapat dilihat dalam kategori baik dan buruk.

Tema perempuan juga terlihat dalam salah satu bagian yang secara khusus menyoroti kekerasan terhadap perempuan di ruang publik. Melalui adegan Jakarta, pertunjukan menampilkan situasi perempuan yang belum sepenuhnya merasa aman di ruang publik dan kemudian menyampaikan pesan mengenai pentingnya saling menghormati. Libatkan 387 Penari dari Berbagai Daerah Pagelaran Sabang Merauke 2026 melibatkan 387 penari yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Para penari tersebut kemudian digabungkan dengan penari profesional dari Yogyakarta.

Persiapan pertunjukan dilakukan selama sekitar tiga bulan sebelum pementasan. Proses latihan utama dilakukan di Yogyakarta.

“Latihan ini sejak 3 bulan lalu sebenarnya, kita latihan ada di Jogja,” Ungkap Arif.

Proses audisi penari sendiri telah menjadi bagian dari Pagelaran Sabang Merauke sejak 2024. Program tersebut memberikan kesempatan kepada penari dari berbagai wilayah Indonesia untuk bergabung dalam pertunjukan. Menurut Arif, salah satu wilayah yang mengikuti proses audisi adalah Kalimantan. 

“Jadi total dari penari kita ada 387 penari dari Sabang sampai Merauke, karena dari beberapa audisi yang masuk itu dari Kalimantan audisinya.”

Para penari hasil audisi kemudian dipadukan dengan penari profesional untuk kebutuhan pertunjukan.

Sebanyak 387 penari tersebut terlibat dalam 117 koreografi. Dalam satu adegan daerah, rata-rata hampir 100 penari dapat terlibat. Secara keseluruhan, produksi tahun ini melibatkan lebih dari 1.700 orang, termasuk sekitar 700 seniman yang tampil di atas panggung.

Baca Juga :

100 Penari Jawa Timur Meriahkan HUT ke-81 RI di Istana, Bawa 5 Tarian Kolosal
Rangkaian Cerita Membawa Penonton dari Sumatra hingga Papua Cerita dalam Pagelaran Sabang Merauke 2026 disusun dalam rangkaian adegan yang membawa unsur budaya dari berbagai wilayah Indonesia. Pertunjukan diawali dengan Indonesia Raya dan kemudian bergerak dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Bali, hingga Papua.

Dari Sumatra Utara, pertunjukan menghadirkan unsur Gundala-Gundala, tradisi Nias, dan tradisi Batak. Jambi dan Riau ditampilkan melalui Injit-Injit Semut dan Pak Pung Pak Mustape, sedangkan Sumatera Selatan membawa Gending Sriwijaya.

Sumatra Barat menjadi bagian yang mengangkat kisah Mandeh Rubayah dan Malin Kundang. Adegan tersebut menggunakan Tari Kreasi Piring, Kreasi Minang, Tapuak Galembong, serta Silek Harimau.

Kemudian berlanjut ke Jawa Barat dengan kisah Dayang Sumbi dan Si Tumang. Bagian ini menampilkan Jaipong, Topeng Indramayu, Badawang, Cepot, serta unsur kesenian Sunda lainnya.

Jakarta ditampilkan melalui Ondel-Ondel dengan cerita yang menyoroti perempuan dan keamanan di ruang publik. Sementara itu, Jawa Timur menampilkan Gandrung, Jathil, Warok, Ganong, dan Dadak Merak.

Yogyakarta kemudian menghadirkan Hikayat Mahadewi. Bagian ini menggunakan penari Bedhayan dan Hanoman serta membawa cerita mengenai sosok Mahadewi yang berkaitan dengan keseimbangan antara dunia terang dan gelap.

Dari Kalimantan, pertunjukan menampilkan Karungut Symphony, penari Dayak, Hudoq, Dadas, dan Burung Enggang. Bagian ini membawa hubungan antara manusia, alam, dan leluhur sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Kalimantan.

Sulawesi Tenggara hadir dengan Lulo, sedangkan Sulawesi Utara menampilkan O Ina Ni Keke. Dari Maluku, pertunjukan menghadirkan Cakalele dan Soya-Soya yang diiringi Hai Rame-Rame, kemudian dilanjutkan dengan Sio Mama yang mengangkat hubungan anak dengan ibu.

Bali membawa kisah Calon Arang dengan menampilkan Barong, Celuluk, Rangda, Sisya Jegeg, dan Ngereh. Cerita ini tidak hanya melihat Calon Arang sebagai sosok dengan kekuatan gaib, tetapi juga mengangkat hubungan dirinya sebagai ibu dengan Ratna Manggali.

Papua menjadi bagian cerita daerah terakhir dengan lagu Yamko Rambe Yamko dan Sajojo. 

Yura Yunita menjadi salah satu pemeran Pagelaran Sabang Merauke 2026. Foto: Instagram Pagelaran Sabang Merauke. Daftar Pemeran Pagelaran Sabang Merauke 2026 Sejumlah penyanyi dan seniman tampil sebagai pemeran utama dalam pertunjukan. Raisa berperan sebagai Srikandi, sedangkan Yura Yunita memerankan Mahadewi.

Sementara itu, Christine Tambunan berperan sebagai Dayang Sumbi, Mirabeth Sonia sebagai Mandeh Rubayah, dan Pradnya Larasari sebagai Calon Arang.

Pemeran lainnya yaitu Taufan Purbo sebagai Malin Kundang, Nino Prabowo sebagai Yuyu Kangkang, Bima Zeno sebagai Tumang, Zahara Christie sebagai Zie, Indra Bekti sebagai Bagong, dan Risang Janur Wendo sebagai Petruk.

Zahara Christie sebagai Zie menjadi representasi tokoh muda dalam pertunjukan. Kehadirannya menjadi bagian dari pesan bahwa nilai dan semangat dari kisah-kisah Nusantara juga dapat diteruskan oleh generasi muda.

Selain penari dan pemeran, pagelaran ini juga melibatkan sejumlah kelompok musik dan paduan suara. Jakarta Concert Orchestra, Batavia Madrigal Singers, The Resonanz Children’s Choir, dan Armonia Choir yang tampil di bawah arahan konduktor Avip Priatna.

(Siti Nahdia Usman)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pesawat Carteran Jatuh di Dekat Fasilitas Radar Alaska, 8 Orang Tewas
• 17 jam lalu
0
thumb
So Sweet! Jennifer Coppen Ungkap Chat dengan Justin Hubner saat PDKT, Tak Sangka Kini Jadi Ayah Kamari
• 21 jam lalu
0
thumb
Bersaksi di Sidang Praperadilan, Eks Dirdik Jampidsus: Saya Kenal Febrie, Dia Orang Jujur
• 16 jam lalu
0
thumb
BMKG Prakirakan Sejumlah Wilayah Diguyur Hujan Ringan Hari ini
• 8 jam lalu
0
thumb
Bukan Diusir, Warga Pati Pilih Tinggalkan DPR untuk Hindari Benturan
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.