Pantau - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai upaya memperkuat basis data dan memetakan kontribusi kegiatan ekonomi berbasis kebudayaan terhadap perekonomian nasional.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan pentingnya Sensus Ekonomi 2026 dalam kegiatan Ngisi Bareng Kuesioner Sensus Ekonomi 2026 bagi Pelaku Usaha Bidang Kebudayaan.
Menurut Fadli, sensus ekonomi memiliki peran penting dalam memperkuat basis data mengenai struktur, skala, dan kontribusi berbagai kegiatan ekonomi berbasis kebudayaan di Indonesia.
Data Jadi Infrastruktur KebijakanKementerian Kebudayaan mendukung penyediaan basis data yang lebih presisi mengenai ekosistem ekonomi budaya untuk menjadi landasan pemetaan potensi sekaligus penyusunan kebijakan pemerintah di bidang kebudayaan.
"Data menjadi bagian dari infrastruktur kebijakan. Dengan data yang tepat, kita dapat merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran, menentukan prioritas secara lebih terukur, serta merancang intervensi yang sesuai dengan kondisi nyata pelaku dan ekosistem kebudayaan," katanya.
Fadli menekankan ketersediaan data yang akurat diperlukan untuk menyusun kebijakan dan intervensi pemajuan kebudayaan yang terukur serta berbasis bukti.
Pemerintah, menurut dia, perlu mengetahui sektor kebudayaan yang mempunyai potensi besar untuk berkembang dan menciptakan lapangan pekerjaan.
"Kita perlu memahami sektor yang memiliki potensi pertumbuhan dan penyerapan tenaga kerja serta mengidentifikasi kebutuhan nyata dalam ekosistem kebudayaan agar kebijakan yang dirumuskan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan," katanya.
Kementerian Kebudayaan juga menilai kontribusi ekosistem ekonomi berbasis budaya perlu dicatat secara lebih menyeluruh dalam sistem klasifikasi statistik nasional, termasuk berbagai lapangan usaha dan profesi yang berkaitan dengan aktivitas tersebut.
"Kita perlu memastikan bahwa aktivitas dan kontribusi ekonomi budaya juga terbaca secara memadai di dalamnya," kata Menteri Kebudayaan.
Kementerian mendorong pemetaan ekonomi berbasis kebudayaan melalui Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dan Klasifikasi Baku Jabatan Indonesia (KBJI).
Pemetaan melalui KBLI dan KBJI diharapkan mampu menggambarkan dinamika berbagai aktivitas ekonomi berbasis budaya sekaligus pelaku yang terlibat di dalamnya.
Perkuat Peran Strategis KebudayaanPenguatan basis data dinilai dapat semakin memperjelas posisi dan peran strategis kebudayaan dalam pembangunan serta perekonomian Indonesia.
"Dengan basis data yang semakin kuat, kita dapat memperkuat posisi kebudayaan sebagai binding power, source of identity, engine of growth, serta instrumen diplomasi dan soft power Indonesia," katanya.
Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sonny Harry Budiutomo Harmadi menyampaikan bahwa kebudayaan mempunyai peran strategis dalam pembangunan nasional.
Selain menjadi bagian dari pembangunan nasional, kebudayaan dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Atas dasar itu, Sensus Ekonomi 2026 dirancang untuk turut mendata kontribusi berbagai aktivitas ekonomi di bidang kebudayaan terhadap keseluruhan perekonomian.
Data yang diperoleh melalui Sensus Ekonomi 2026 selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan rencana pembangunan di bidang kebudayaan.
Dengan pendataan yang semakin lengkap, pemerintah diharapkan dapat menyusun kebijakan berdasarkan kondisi nyata, mengidentifikasi potensi ekonomi budaya, menentukan prioritas secara terukur, serta memperkuat kontribusi kebudayaan terhadap pembangunan nasional.





Komentar (0)