Pertama di Dunia, Satu Negara Lumpuh Dibobol AI Tanpa Bantuan Manusia

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Infografis/ Peta Baru Sumber Kejahatan Siber Dunia, Ini Daftar Negaranya/ Ilham Restu

Jakarta, CNBC Indonesia - Ancaman siber menggila di era teknologi kecerdasan buatan (AI) yang kian canggih. Para peretas dilaporkan telah mengerahkan sistem AI otonom untuk menyerang Taiwan. Para ahli menilai aksi ini sebagai serangan otonom penuh pertama yang menyasar lembaga pemerintah di dunia.

Perusahaan keamanan siber berbasis AI asal Israel, Dream, mengungkap fakta mengejutkan. Hanya dalam kurun waktu empat hari pada Juli lalu, agen-agen AI tersebut mampu memetakan 21 sistem pemerintah, membobol 85 akun pengguna, dan menggasak 2,500 data personel.

Meski Taiwan dan Dream enggan membeberkan secara terbuka asal-usul peretas tersebut, para pakar meyakini Beijing berada di balik serangan ini.


"Hasil investigasi menemukan indikasi kuat bahwa serangan berasal dari luar negeri dan menggunakan metode hibrida-menggabungkan operasi konvensional dengan bantuan agen AI seperti OpenClaw," tegas Kementerian Urusan Digital Taiwan dalam keterangan resminya, dikutip dari CNN International, Jumat (21/8/2026).

Laporan dari Financial Times membocorkan bahwa peretas membangun sistem berbasis agen AI open-source untuk mengotomatisasi seluruh proses penyusupan. Mulai dari pengintaian, pembobolan kredensial, hingga penentuan strategi alur serangan selanjutnya.

Bukan Sekadar Alat Bantu Peretas

Penggunaan AI untuk menulis kode atau mencari celah keamanan sebenarnya sudah lazim dilakukan. Namun, insiden di Taiwan ini dinilai melompat terlalu jauh.

Sistem otonom yang bekerja mengordinasikan hingga delapan agen AI mampu melakukan penyusupan dan mengambil keputusan mandiri tanpa campur tangan manusia. AI tersebut bertindak layaknya tim peretas independen.

Pilihan Redaksi
  • AI Mulai Kuasai Bisnis Asuransi, Tak Lagi Cuma Soal Underwriting
  • Perkuat SDM, WIKA Raih 2 Penghargaan di Indonesia Human Capital Awards

"Ini mempertegas satu hal. Biaya untuk melancarkan serangan siber yang mumpuni kini telah anjlok drastis, tetapi biaya untuk bertahan darinya tidak," tulis Dream dalam unggahan blog resminya.

Chief Business and Strategy Officer Dream, Amir Becker, menyoroti bahayanya kemampuan adaptasi sistem AI ini.

"Ketika satu jalur diblokir, sistem ini langsung meneliti teknik baru secara real-time dan beradaptasi. Ini adalah penyerang yang bisa menyusun strategi, belajar, dan menyesuaikan diri sendiri," ungkap Becker.

Tak hanya lembaga pemerintah dan kementerian kehakiman, serangan berantai ini meluas ke Badan Keselamatan Nuklir Taiwan, vendor TI pemerintah, hingga sedikitnya tujuh perusahaan di sektor energi.

Sinyal Kuat Keterlibatan China

Para ahli mengidentifikasi penggunaan Bahasa Mandarin Sederhana (Simplified Chinese) pada dokumen internal peretasan tersebut. Hal ini memperkuat dugaan bahwa dalang di balik aksi ini terhubung kuat dengan China.

Saat dikonfirmasi, juru bicara Kementerian Luar Negeri China berkali-kali mengklaim tidak mengetahui situasi tersebut.

Ancaman siber dari Beijing sebenarnya bukan hal baru bagi Taiwan. Sepanjang tahun lalu, pulau berpenduduk 23 juta jiwa itu diserbu rata-rata 2,6 juta serangan siber per hari dari China-naik 6% dibanding periode sebelumnya.

Ketua Taiwan Network Information Center, Kenny Huang, menegaskan bahwa insiden Juli ini menjadi bukti nyata bahwa AI telah bergeser dari sekadar alat bantu menjadi pemain utama dalam perang siber.

"Setiap negara, bukan hanya Taiwan, masih belum siap menghadapi ancaman ini. Masih ada celah yang sangat besar dalam strategi pertahanan AI global, baik dari sisi regulasi, kapabilitas teknis, maupun kebijakan," pungkas Huang.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Kesiapan "Digital Talent" Jadi PR RI Akselerasi Investasi AI

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Guru TPQ di Tulungagung Dapat Insentif Rp250 ribu per tahun dari Pemkab
• 7 jam lalu
0
thumb
Besaran UMK Bekasi 2026: Kota dan Kabupaten Nyaris Rp6 Juta
• 14 jam lalu
0
thumb
Kejagung Sebut Keterangan Febrie Adriansyah Saat Diperiksa Tak Sesuai Fakta
• 23 jam lalu
0
thumb
Yuwanky, Bandar Narkoba Pemilik Planet Batam Kabur ke Singapura
• 18 jam lalu
0
thumb
Orang Tua di Pontianak Harapkan Sekolah Libur karena Kabut Asap
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.