Hampir sebagian besar dari 2.500 kasus kematian akibat Ebola di Republik Demokratik Kongo terjadi dalam 20 hari terakhir.
Melansir Antara pada Jumat (21/8/2026), Julien Harneis Koordinator Senior PBB untuk Ebola di RD Kongo, menjelaskan kasus Ebolah menyebar dengan cepat di wilayah tersebut hingga memicu hampir setengah kasus kematian.
Sementara itu menurut Harneis seperti dikutip RIA Novosti dalam laporannya dari Moskow, Jumat hari ini, sumber daya tambahan sangat dibutuhkan untuk mengendalikan wabah Ebola.
Menurut dia, wabah Ebola ini terjadi di sebuah wilayah yang telah terdampak konflik bersenjata selama 30 tahun, dengan kebutuhan bantuan kemanusiaan yang tinggi.
Institut Kesehatan Masyarakat Nasional RD Kongo, Kamis (20/8/2026), melaporkan jumlah kasus terkonfirmasi Ebola meningkat menjadi 5.208 kasus dengan angka kematian tercatat 2.476 orang.
Wabah Ebola yang diumumkan pada 15 Mei lalu itu berbeda dari sebagian besar wabah sebelumnya lantaran belum ada vaksin atau pengobatan yang disetujui untuk jenis patogen baru bernama Bundibugyo.(ant/wld/iss)





Komentar (0)