Sikka: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat gempa susulan masih terus terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Jumat, 21 Agustus 2026. Tujuh hari setelah gempa utama, tercatat sebanyak 4.258 gempa susulan masih berlangsung.
"Hari ini sudah tujuh hari setelah gempa tersebut, diikuti gempa-gempa susulan. Gempa susulan saat ini yang bisa BMKG laporkan kepada kami adalah 4.258 kali," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers, Jumat, 21 Agustus 2026.
Baca Juga :
Update Korban Gempa NTT: 83 Meninggal dan 986 Luka
Dari ribuan gempa susulan tersebut, magnitudo terbesar tercatat mencapai 6,2. Sedangkan yang terkecil berkekuatan 1,1 magnitudo.
Meski gempa susulan terjadi dalam jumlah besar, tidak seluruhnya dirasakan oleh masyarakat. BNPB mencatat sebanyak 118 gempa susulan hingga saat ini dirasakan warga.
"Sedangkan yang bisa dirasakan oleh warga, gempa susulan tersebut sebanyak 118 kali," ujarnya.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan. (Dokumentasi/ YouTube BNPB)
BNPB bersama BMKG dan instansi terkait terus memantau perkembangan aktivitas gempa susulan di wilayah NTT. Masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang selama aktivitas kegempaan masih berlangsung.





Komentar (0)