JAKARTA, KOMPAS.TV - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, terutama saat puncak musim kemarau.
Data pemantauan Kementerian Kehutanan menunjukkan adanya peningkatan jumlah titik panas dalam 24 jam terakhir.
Berdasarkan data yang ditampilkan Kementerian Kehutanan lewat akun Instagram @kemenhut pada Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB, terdeteksi ada 627 titik panas dalam periode 24 jam.
Data tersebut berasal dari pemantauan NASA-TERRA/AQUA dengan tingkat kepercayaan hotspot kategori tinggi.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pemantauan pada hari sebelumnya atau Rabu, 19 Agustus 2026. Meski demikian, titik panas merupakan indikasi awal dan belum dapat langsung disebut sebagai kebakaran.
Baca Juga: Kabut Asap akibat Karhutla, BPBD Banjarbaru Ungkap Indeks Polusi Udara Buruk dan Tidak Sehat
Petugas tetap melakukan pemantauan dan verifikasi di lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.
Sebaran Titik Panas KarhutlaPada 19 Agustus 2026, sejumlah wilayah dengan titik panas terbanyak tercatat berada di Pulau Kalimantan dan Papua bagian selatan. Rinciannya sebagai berikut:
- Kalimantan Tengah: 188 titik
- Kalimantan Barat: 117 titik
- Papua Selatan: 54 titik
- Kalimantan Selatan: 31 titik
Sementara pada 20 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB, jumlah titik panas di beberapa wilayah mengalami perubahan, dengan rincian:
- Kalimantan Barat: 259 titik
- Kalimantan Tengah: 242 titik
- Papua Selatan: 42 titik
- Kalimantan Selatan: 17 titik
Data tersebut menunjukkan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan jumlah titik panas paling tinggi dalam pemantauan terbaru.
Baca Juga: Asap Karhutla di Pekanbaru Timbulkan Kualitas Udara Berbahaya, BMKG Ungkap Penyebab dan Asalnya
Enam Provinsi Berstatus Siaga KarhutlaPemerintah juga menetapkan status siaga karhutla di enam provinsi. Wilayah tersebut meliputi:
- Riau
- Sumatera Selatan
- Jambi
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Selatan
Status siaga tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama ketika kondisi atmosfer dan lingkungan mendukung munculnya titik panas.
Pemadaman Darat dan Udara DisiapkanKemenhut menyebut, penanganan karhutla dilakukan melalui pemadaman di darat dan udara oleh tim gabungan.
Unsur yang terlibat antara lain Kementerian Kehutanan, TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Selain pemadaman langsung, pemerintah juga menyiapkan metode Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Dalam informasi yang disampaikan, OMC dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama BNPB di Provinsi Riau pada 18-20 Agustus 2026.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Dian Nita Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- Titik Panas Karhutla Naik
- kalimantan barat
- karhutla
- kememnterian kehutanan
- kebakaran hutan dan lahan






Komentar (0)