Hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah Kota Medan, Sumatera Utara, pada Selasa (18/8). Akibatnya, beberapa rumah warga dan sekolah rusak.
SD Muhammadiyah 28 juga terdampak hujan badai tersebut. Sebanyak dua kelas mengalami kerusakan, bagian atapnya beterbangan hingga menimpa rumah warga.
SD Muhammadiyah 28 terletak di Jalan Cemara, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Sumatera Utara.
Andri Gunawan, satpam di sekolah, menceritakan kejadian hujan badai yang dahsyat hingga menerbangkan atap sekolah sekitar pukul 19.30 WIB. Ia menyebutkan, gemuruh kuat disertai hujan membuat seng-seng beterbangan dan menimpa rumah warga.
"Awalnya itu mati lampu, terus ada angin perlahan-lahan dibarengi dengan hujan. Makin lama angin makin kencang, ada juga dengan gemuruhnya seperti gluduk atau petir. Jadi seakan-akan terangkat lah penutup kelas ini, terangkat semua dengan suara gemuruh yang 'buarr' gitu. Dan menimpa rumah warga di depan sekolah SD Muhammadiyah 28 ini," kata Andri saat ditemui di lokasi, Kamis (20/8).
Andri saat itu berdiri di lantai dua di depan masjid dan melihat seng-seng beterbangan. Ia sebelumnya sedang mengajar ngaji siswa-siswi di masjid dan menyuruh para siswa pulang untuk bertemu orang tua mereka.
Tidak ada korban jiwa saat hujan badai di sekolah tersebut. Sebab, saat itu sekolah sedang dalam keadaan kosong dan hanya siswa-siswi yang mengaji di dalam masjid. Namun, mereka telah disuruh pulang ketika hujan dan angin mulai kencang.
Akibat hujan badai yang melanda sekolah itu, pihak sekolah membuat keputusan untuk menerapkan pembelajaran daring bagi para siswa.
Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 28, Lilis Mulyani, mengatakan bahwa sebanyak 350 siswa terpaksa mengikuti pembelajaran secara daring dari rumah Selasa sampai dengan Rabu (26/8). Sebab, atap sekolah yang berada di kelas 4 dan 5 sedang dalam perbaikan.
"Pada saat ini karena kondisinya seperti ini, maka sementara kami beri pembelajaran daring. Karena kita kan juga enggak mau mengambil risiko ya dengan keadaan berantakan begini. Kemudian untuk perbaikan kelas di atas, jadi jangan mengganggu jalannya untuk bekerja. Maka siswa kami pembelajaran daring ya, dengan guru-gurunya siap sedia di sekolah," ujar Lilis.
Sementara itu, Wakil Ketua Pimpinan Muhammadiyah Kota Medan, Yusman, mengatakan bahwa sebanyak 28 seng dan kerangka baja terbang di sekolah itu dan menimpa rumah warga.
Yusman mengatakan, perbaikan kelas-kelas tersebut diperkirakan mencapai Rp 65 juta.
"Dari perhitungan perbaikan ini, taksiran anggaran diperhitungkan karena ada memperbaiki rumah warga, dua kelas membongkar total, kerusakan segala macam ya sekitar Rp 65 juta," ujar Yusman.
Pihak sekolah berharap mendapatkan bantuan dari pemerintah karena biaya perbaikan sekolah cukup besar.






Komentar (0)