Pantau - Badan Karantina Indonesia (Barantin) memperluas peluang ekspor komoditas Indonesia ke kawasan Amerika Latin melalui kerja sama dengan Kementerian Peternakan, Pertanian dan Perikanan Uruguay yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman di Jakarta.
Kepala Barantin Abdul Kadir Karding mengatakan kerja sama tersebut mencakup adopsi teknologi sanitari dan fitosanitari atau Sanitary and Phytosanitary (SPS) untuk meningkatkan standar keamanan teknis dalam kegiatan ekspor dan impor.
Kerja sama kedua negara juga mencakup Mutual Recognition Arrangement (MRA) untuk produk perikanan, kesepakatan impor telur ikan atau caviar dari Uruguay, serta ekspor jeruk segar.
Uruguay Jadi Pintu Masuk ke Amerika LatinKarding menegaskan kerja sama dengan Uruguay tidak hanya berfokus pada kegiatan ekspor dan impor, tetapi juga pertukaran pengetahuan yang dapat memberikan manfaat bagi sektor pertanian dan peternakan Indonesia.
"Saya kira kerja sama ini tidak hanya sekedar kerja sama kirim-mengirim produk tetapi juga kita mencoba untuk transfer of knowledge bagaimana agar hal-hal baik bisa menjadi positif nanti di pertanian dan peternakan kita di Indonesia termasuk ekspor-impor kita," ungkap Karding.
Uruguay dipilih sebagai mitra karena memiliki posisi strategis dan dinilai dapat menjadi salah satu pintu masuk komoditas Indonesia menuju negara-negara di kawasan Amerika Latin.
Uruguay juga memiliki posisi penting dalam integrasi ekonomi kawasan Amerika Selatan sehingga kerja sama tersebut diharapkan membuka akses yang lebih luas bagi produk Indonesia.
Barantin turut berupaya mempelajari dan mengadopsi kecanggihan sistem ketertelusuran atau traceability yang diterapkan Uruguay karena dinilai memiliki standar yang baik dan mumpuni.
Selain sistem ketertelusuran, Uruguay dinilai memiliki standar pengelolaan sektor pertanian yang efisien dan efektif sehingga dapat menjadi referensi bagi Indonesia dalam meningkatkan kualitas komoditas ekspor.
Karding menilai kemampuan Indonesia memenuhi standar yang diterapkan Uruguay dapat memberikan kemudahan lebih lanjut bagi komoditas nasional untuk memasuki pasar di kawasan Amerika.
"Mereka ini standarnya bagus. Jadi kalau kita sudah bisa memenuhi standarnya di Uruguay itu, otomatis sudah fast track termasuk daerahnya," kata Karding.
Ekspor Indonesia ke Uruguay Capai Rp120,4 MiliarKerja sama Indonesia dan Uruguay dinilai memiliki prospek ekonomi yang besar karena sejumlah komoditas unggulan Indonesia telah berhasil memasuki pasar negara tersebut.
Sepanjang 2024 hingga Juli 2026, sebanyak 27 komoditas unggulan Indonesia tercatat telah menembus pasar Uruguay, antara lain kelapa parut, produk olahan kakao, tepung kelapa, ikan tetra, dan cangkang kerang.
Pada 2025, nilai ekspor Indonesia ke Uruguay tercatat mencapai Rp120,4 miliar, sedangkan nilai impor Indonesia dari Uruguay mencapai Rp507,9 miliar.
Dengan nilai impor yang masih lebih tinggi dibandingkan ekspor, Karding melihat terdapat ruang besar untuk meningkatkan pengiriman komoditas Indonesia ke Uruguay, terutama dari sektor pertanian, perikanan, kehutanan, dan peternakan.
Peningkatan ekspor tersebut diharapkan dapat membuat neraca perdagangan Indonesia dengan Uruguay menjadi lebih proporsional sekaligus mendorong pengiriman komoditas bernilai ekonomi lebih tinggi.
Kerja Sama Ditargetkan Jangkau Argentina dan BrazilDuta Besar Uruguay untuk Indonesia Cristina González mengatakan kerja sama kedua negara tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan pertukaran komoditas, tetapi juga membantu peningkatan kemampuan dan standar Indonesia agar dapat memasuki pasar negara-negara di kawasan Amerika.
"Jadi kami mendukung hubungan perdagangan yang lebih kuat dan memberikan manfaat bagi kedua negara," kata Cristina.
Melalui kerja sama dengan Uruguay, Barantin menargetkan perluasan ekspor komoditas Indonesia ke negara-negara Amerika Latin, termasuk Argentina dan Brazil.
Uruguay diharapkan menjadi pintu masuk bagi produk Indonesia untuk menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan volume dan nilai ekonomi ekspor nasional ke kawasan Amerika Latin.




Komentar (0)