Pernyataan Basri Bertolak Belakang dengan Keterangan Saksi-saksi, mantan Suami dan Keluarga Besar Husniah Talenrang

terkini.id
5 jam lalu
Cover Berita

Terkini, Makassar – Pernyataan Muhammad Basri atau Ombas dan BK yang membantah tidak melakukan perselingkuhan dengan alasan jika dirinya adalah duda dan Bupati Gowa, Husniah Talenrang seorang janda, memunculkan beragam pertanyaan.

Jika mengacu pada keterangan saksi-saksi dan mantan suami Husniah, Khaerul Aco saat persidangan di Pansus Hak Angket DPRD Gowa, hubungan antara BK dan Husniah justru  disebut-sebut terjadi saat keduanya masih berstatus suami dan istri dengan pasangannya masing-masing.

Saksi-saksi yang mengetahui adanya perbuatan tercela juga sebagian besar orang terdekat atau orang dalam di lingkup rumah jabatan bupati dan OPD Pemkab Gowa. Di antaranya yang sudah memberikan kesaksian, yakni mantan sopir pribadi Husniah, Wahyu Akbar,  Nuralam (staf rujab), Kepala Rumah Tangga Rujab Bupati Gowa yakni Rahmi Pallanna alias Oma dan suaminya Herdianto Rahim alias Opa, lalu pasangan suami istri sekaligus staf protokol yang bertugas di rujab yakni Becam atau Yusran (mantan Kades Tamanyelleng) dan istrinya Sahriani.

Begitu juga beberapa saksi lainnya, seperti 
Muh Natsir (Asisten III Setkab Gowa dan mantan Kabag Pemerintahan), Akbar Fauzi Saputra (mantan Kabag Umum), Iis Nurismi (mantan Kabag Protokol), Indra Wahyudi Yusuf (Kepala Bapenda Gowa) dan Muh Agussalim Harahap (mantan Inspektur Inspektorat). 

Sementara saksi lainnya merupakan orang terdekat atau orang dalam Bupati Gowa yakni Nuralam (staf rujab), Kepala Rumah Tangga Rujab Bupati Gowa yakni Rahmi Pallanna alias Oma dan suaminya Herdianto Rahim alias Opa, lalu pasangan suami istri sekaligus staf protokol yang bertugas di rujab yakni Becam atau Yusran (mantan Kades Tamanyelleng) dan istrinya Sahriani, mantan sopir bupati bernama Wahyu Akbar serta Khaerul Aco.

Begitu juga mahasiswa S3 yang diputus beasiswanya, Resqilah, dan seorang wartawan, yakni Zaenal Abidin. Bupati Gowa juga sempat hadir, namun memilih meninggalkan lokasi sebelum dimintai klarifikasi. Sementara Basri yang sudah diundang memberikan klarifikasi, memilih tidak hadir.

Dari keterangan sejumlah saksi, mereka menyebut nama dan keterlibatan Muhammad Basri yang disebut merusak tatanan pemerintahan Gowa.

Iis Nurismi mantan Kabag Protokolpim Setkab Gowa mengaku heran kenapa sosok pria bernama BK  sangat gampang bertamu dan diterima Bupati Gowa, meski yang bersangkutan tidak ada dalam struktur pemerintahan.

Begitu juga dalam beberapa perjalanan dinas, Husniah selalu didampingi BK. Bahkan sejumlah agenda kegiatan bupati kerap bertambah di luar schedule yang telah diatur protokoler pimpinan. Seperti perjalanan mendadak bupati ke Tana Toraja setelah dari Wajo. Ternyata setelah diusut, perjalanan tambahan ke Tana Toraja adalah keinginan BK. 

Hal senada dikatakan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Gowa Indra Wahyudi Yusuf. Sejumlah kebiasaan buruk diungkapkannya termasuk permintaan pembelian minuman beralkohol tinggi jenis Wine oleh BK dan uang tunai melalui Yusran alias Becam kepadanya. 

Lain lagi dengan pengakuan Akbar Fauzi mantan Kabag Umum. Akbar mengaku pernah dicopot tiba-tiba dari jabatannya sebagai Kabag Umum karena tidak memenuhi keinginan Bupati Gowa untuk membayarkan biaya tiket dan akomodasi untuk BK ke Manado dalam kegiatan APKASI yang diikuti Bupati Gowa. 

Kadis Perhubungan Gowa Muh Agussalim Harahap yang juga mantan Inspektur Inspektorat, mengaku diminta oleh BK dibelikan sepeda motor trail untuk dihadiahkan kepada Bupati Gowa sebagai hadiah ulang tahun Husniah Talenrang.

Saksi Becam dan Sahriani mengurai bahwa ada hal tak wajar yang diperlihatkan Bupati Gowa dan BK. Bahkan keduanya mengaku telah didepak dari  rujab karena dianggap tidak bisa dipercaya lagi oleh bupati.

Sementara mantan sopir Husniah, Wahyu Akbar 
mengaku pernah diperintahkan untuk memantau hingga mencari keberadaan Basri.
Bahkan, Bupati Gowa itu memerintahnya hampir setiap saat, baik siang maupun malam.

“Hampir setiap hari saya kerumahnya, bahkan malam saja saya pergi untuk cek orang ini. BK di mana,” ungkap Wahyu Akbar pada Rapat Pansus Hak Angket DPRD Kabupaten Gowa, Rabu (24/6/2026).

Saat itu, lanjut dia, Basri masih berstatus sebagai suami dan tinggal bersama istrinya. Namun, HT selalu memintanya untuk memata-matai Basri, maupun mencari tahu keberadaannya. 

Begitu juga keterangan saksi lainnya di dalam rujab yang dihadirkan di persidangan, menyebut pernah menyaksikan langsung bupati tinggal satu kamar dengan BK di rujab, yang notabenenya mereka berdua bukanlah pasangan suami istri. Selain itu, menyebut kondisi serupa juga terjadi saat kunjungan ke luar daerah. Seperti di Bali maupun Malino

Lantas bagaimana dengan Khaerul Aco yang notabenenya masih suami sah Husniah saat isu perbuatan tercela terjadi? Pria berkacamata ini, mengaku telah lama mendengarkan adanya orang ketiga dalam rumah tangganya. Selain informasi yang tengah beredar luas di masyarakat itu, Khaerul juga merasakan adanya perbedaan sikap istrinya itu.

“Saya memang sudah mendengar dan bahkan merasakan hal itu,” kata Khaerul saat menjawab pertanyaan anggota Pansus di sidang hak angket, belum lama ini:

Khaerul mengatakan, ia tidak semerta-merta percaya dengan informasi yang beredar. Karena itu, sempat mempertanyakan langsung kepada istrinya. Tapi, Husniah membantah.

Meski waktu itu belum memiliki bukti kuat atas dugaan perselingkuhan Bupati Gowa, Khaerul menyebut keyakinannya semakin kuat setelah mendengar keterangan sejumlah pihak saat Rapat Dengar Perdapat (RDP) lalu dan juga seiring sidang Hak Angket berjalan. Apalagi sejumlah saksi yang dihadirkan, merupakan orang-orang yang selama ini dekat dengan Husniah.

Keluarga besar Husniah, yakni semua saudara kandungnya, juga meyakini adanya perbuatan tercela yang dilakukan Husniah dan BK. Ini berdasar dari penelusuran yang dilakukan, dengan mengumpulkan dan mendalami bukti-bukti.

Pihak keluarga juga sudah berulangkali menegur dan menasihati Husniah. Hanya saja, Husniah selalu membela Basri, dan terkesan tidak mendengarkan nasihat keluarganya.

Diketahui, Basri alias BK, membantah  melakukan perselingkuhan dengan Husniah. Alasannya, ia adalah duda dan Husniah merupakan seorang janda. Kendati demikian saat memberikan keterangan pers, Basri tidak membantah  jika ada hubungan “spesial” dengan Husniah. 

Sebelum muncul memberikan keterangan pers secara resmi, potongan video percakapan Basri dengan seorang temannya juga sempat menjadi perbincangan. 

Di percakapan itu, Basri mengaku tidak tahu jika dirinya jadi perbincangan selama beberapa bulan terakhir, dengan alasan sudah dua tahun tinggal di Kalimantan.

Hanya saja, pernyataan Basri ini mengundang pertanyaan, karena dari bukti-bukti yang beredar, termasuk keterangan saksi-saksi, justru Basri selalu muncul di rumah jabatan dan sering bersama dengan Husniah sebelum kasus ini berproses.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pelajar Tewas di Pasar Kramat Jati Akibat Jalan Licin, Pramono Minta Pedagang Ditertibkan
• 24 menit lalu
0
thumb
Nggak Harus HP Flagship, Ini 5 Game Mobile Gratis yang Bisa Jadi Hiburan dan Lancar di HP Kentang
• 1 jam lalu
0
thumb
DPR Desak Polisi Bongkar Aliran Uang Sindikat Meterai Palsu yang Berpotensi Rugikan Negara Rp1,03 Triliun
• 12 jam lalu
0
thumb
Aismoli: Perlu Ada Program Dorong Penjualan 1 Juta Unit Motor Listrik
• 11 jam lalu
0
thumb
ESDM Uji Coba CNG ke UMKM Lemigas Sebelum Digunakan Masyarakat
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.