Airlangga Ungkap Bank Emas Pegadaian-BSI Kelola 179 Ton Emas

kompas.tv
1 jam lalu
Cover Berita
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat menghadiri peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di Jakarta, Kamis (20/8/2026). Pemerintah mendorong penguatan ekosistem emas dari hulu hingga hilir. (Sumber: Kemenko Perekonomian )

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap, bulion bank atau bank emas PT Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI), telah mengelola emas sekitar 179 ton emas. 

Airlangga menyebut hal itu sebagai tanda ekosistem bank emas di Indonesia terus berkembang. 

“Dua motor ekosistem bulion yaitu Pegadaian dan BSI sudah mengelola 153 ton emas dengan nilai sekitar Rp360 triliun atau sekitar 20 miliar dolar AS. Bahkan, update terkini kelolaan bank emas telah mencapai 179 ton,” kata Airlangga saat menyampaikan keynote speech dalam acara peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Baca Juga: Penegasan! Airlangga Bantah Indonesia Jadi Jalur Transshipment China untuk Hindari Tarif AS

Pemerintah pun mendorong agar kegiatan usaha bulion terus berkembang dan mampu memperdalam pasar emas nasional.

Airlangga berharap Pegadaian dan BSI sebagai dua motor utama ekosistem bulion dapat mencatatkan pertumbuhan double digit.

Pemerintah juga melihat potensi besar dari emas yang masih disimpan masyarakat. Airlangga menyebut sekitar 1.800 ton emas masih berada “di bawah bantal” dengan nilai sekitar 252 miliar dolar AS. 

Menurutnya, apabila sebagian emas tersebut dapat dialihkan ke instrumen keuangan atau perbankan, potensi pertumbuhan ekosistem bulion nasional akan semakin besar.

Baca Juga: FULL! Airlangga Bicara Soal Jerman Bidik Proyek Energi Hijau dan Target 100 GW Surya Indonesia

“Jadi, bagaimana tugasnya dari Pegadaian maupun BSI, dari 252 miliar dolar AS ini, mungkin 20 persennya saja pindah dari ditaruh di bawah bantal ke dalam instrumen keuangan atau perbankan, di bank syariah maupun Pegadaian. Ini sebuah pertumbuhan yang luar biasa kalau bisa kita lakukan,” tutur Airlangga.

Ia menyampaikan, pemerintah ingin membangun rantai industri emas yang terintegrasi, mulai dari pertambangan, refinery, manufaktur, lembaga jasa keuangan, perdagangan hingga produk keuangan seperti Exchange-Traded Fund (ETF) emas.

Dengan semakin dalamnya ekosistem bulion, pemerintah berharap emas tidak hanya menjadi aset yang disimpan masyarakat, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Dina Karina Editor : Desy-Afrianti

Sumber :

Tag
  • bank emas
  • bulion bank
  • emas pegadaian
  • emas bank bsi
  • airlangga hartarto
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
TNI AD Kirim Kapal RS ke NTT, Bawa 70 Ton Logistik dan 2 Ambulans
• 18 jam lalu
0
thumb
KRL Bogor-Jakarta Gangguan, Stasiun Manggarai Penuh Sesak Dipadati Penumpang
• 7 jam lalu
0
thumb
Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik
• 4 jam lalu
0
thumb
Diam-diam Lepas Status Lajang dan Nikahi Kekasih, Ini Profil Dikta Wicaksono
• 23 jam lalu
0
thumb
Hadapi Musim Kemarau, Kemenhut Periksa Kesiapan 4 Perusahaan Cegah Karhutla
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.