Kali Bekasi Kembali Menghitam dan Berbusa, KLH Segel 4 Perusahaan Laundry di Bogor

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Kali Bekasi di sekitar Bendung Bekasi, Jalan M Hasibuan, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, kembali menghitam dan berbusa pada Kamis (20/8/2026).

Kondisi tersebut ditindaklanjuti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dengan melakukan penelusuran terhadap dugaan sumber pencemaran.

Kepala DLH Kota Bekasi Kiswatiningsih mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Direktorat Penegakan Hukum dan Direktorat Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) KLH untuk menindaklanjuti kondisi Kali Bekasi.

Baca juga: Wali Kota Minta KLH Konsolidasikan Wilayah Hulu untuk Tangani Pencemaran Kali Bekasi

"Setelah koordinasi pertemuan, kami sudah meminta semua data dan laporan termasuk data perusahaan yg berpotensi mencemari lingkungan," ujar Kiswatiningsih saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Kamis.

Kiswatiningsih mengatakan, tim pengawas sebelumnya telah melakukan pengumpulan data dan informasi serta mengambil sampel air limbah di sejumlah titik.

Pengambilan sampel dilakukan pada 12-15 Agustus 2026 di bagian hulu (upstream) dan hilir (downstream) Sungai Cileungsi serta outfall dari empat perusahaan.

Langkah tersebut dilakukan untuk menelusuri kondisi kualitas air sekaligus mengidentifikasi perusahaan yang berpotensi menjadi sumber pencemaran.

Baca juga: DPRD Minta Wali Kota Bawa Kasus Pencemaran Kali Bekasi ke Pemprov Jabar

Hasil penelusuran kemudian ditindaklanjuti dengan penyegelan terhadap sejumlah perusahaan jasa laundry yang merupakan bagian dari kegiatan industri tekstil di wilayah Kabupaten Bogor.

"Bersama KLH kami telah melakukan penyegelan terhadap 4 Perusahaan Jasa Laundry atau bagian dari kegiatan Industri Tekstil pada Selasa 18 Agustus 2026," kata Kiswatiningsih.

Kiswatiningsih mengatakan, empat perusahaan tersebut disegel karena memiliki potensi mencemari air.

Setelah penyegelan, pengawasan terhadap keempat perusahaan tersebut akan dilanjutkan pada 20-21 Agustus 2026.

Baca juga: DLH Bekasi Desak Pemkab Bogor Tindak 5 Perusahaan Diduga Cemari Kali Bekasi

Menurut dia, pengawasan lanjutan diperlukan untuk memperdalam penelusuran terhadap dugaan sumber pencemaran yang berdampak pada aliran Kali Bekasi.

Sebagai informasi, kondisi Kali Bekasi yang kembali menghitam dan berbusa pada Kamis (20/8/2026) bukan kali pertama terjadi.

Sebelumnya, kondisi serupa terjadi pada Kamis (6/8/2026), setelah aliran Kali Bekasi sempat dilaporkan mengering akibat musim kemarau.

Pencemaran Kali Bekasi menjadi perhatian karena aliran sungai tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kebutuhan.

Baca juga: DLH Bekasi: Pencemaran Kali Bekasi Berbahaya karena Jadi Sumber Air Baku PDAM

Kondisi air yang tercemar juga berpotensi berdampak terhadap lingkungan dan masyarakat di sepanjang aliran sungai.

Berdasarkan hasil uji laboratorium sebelumnya, sejumlah parameter kualitas air Kali Bekasi tercatat telah melampaui baku mutu lingkungan.

Parameter tersebut antara lain Total Suspended Solids (TSS), Biochemical Oxygen Demand (BOD), Dissolved Oxygen (DO), nikel terlarut, seng terlarut, tembaga terlarut, serta Fecal Coliform. 

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Menhan Sjafrie Dorong MRO Kertajati Jadi Pusat Perawatan Pesawat Tempur TNI AU
• 14 jam lalu
0
thumb
Pelajar di Kalideres Tewas Tertemper KRL Jurusan Tangerang saat Berangkat Sekolah, Motor Ringsek dan Korban Meninggal Dunia
• 4 jam lalu
0
thumb
2 Kantor Kemenhaj di NTT Terdampak Gempa, Keselamatan Petugas dan Jemaah Jadi Prioritas
• 17 jam lalu
0
thumb
KRL yang Tabrak Motor di Jalur Rawa Buaya-Batu Ceper Alami Kerusakan
• 6 jam lalu
0
thumb
Indosat (ISAT) Dukung Akselerasi Digitalisasi dan Pengembangan AI di Muhammadiyah
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.