Karhutla Landa Papua Tengah, Warga Perantauan Jawa Timur Keluhkan Asap dan Jarak Pandang

beritajatim.com
7 jam lalu
Cover Berita

Surabaya (beritajatim.com) — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan terjadi di sejumlah titik di sekitar Nabire, Papua Tengah. Kondisi tersebut turut dirasakan warga yang tinggal di kawasan terdampak, termasuk Dewi Sholiha, perantau asal Jawa Timur.

Dewi mengatakan, titik api dan kepulan asap terlihat di sejumlah lokasi yang berada tidak jauh dari tempat tinggalnya. Bahkan, kebakaran terjadi di kawasan pegunungan yang berada di belakang sebuah batalyon dekat rumahnya.

“Banyak (titik api). Sepanjang jalan enggak jauh pasti ada asap dan api. Semalam di gunung dekat rumah kebakaran dan sampai sekarang belum padam,” ujar Dewi, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApps, Kamis (20/8/2026).

Ia menyebut lokasi gunung yang terbakar berada di belakang batalyon. Namun, Dewi mengaku tidak mengetahui nama gunung tersebut.

Menurut Dewi, kebakaran di sekitar Nabire telah berlangsung kurang lebih selama sepekan. Kendati demikian, ia belum mengetahui secara pasti penyebab munculnya sejumlah titik api tersebut.

Dampak karhutla juga mulai dirasakan Dewi bersama keluarganya. Asap kebakaran disebut mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama karena membuat kualitas udara menurun dan jarak pandang menjadi terbatas.

“Asap mengganggu sekali, dari napas yang tidak nyaman, jarak pandang juga terbatas, debu dari kebakaran juga beterbangan,” ungkapnya.

Kondisi tersebut membuat warga harus beraktivitas di tengah kepulan asap dan debu yang terbawa angin dari lokasi kebakaran. Keberadaan sejumlah titik api di sekitar permukiman juga menjadi perhatian warga, terlebih ketika api berada di kawasan yang relatif dekat dengan tempat tinggal.

Hingga Kamis (20/8/2026), Dewi menyebut masih terdapat kebakaran di kawasan gunung yang berada di belakang tempat tinggalnya. Api yang muncul sejak malam sebelumnya dilaporkan belum sepenuhnya padam.

Ia pun berharap agar kebarakan hutan dan lahan ini segera padam dan tidak terjadi lagi. Sehingga aktivitas masyarakat sekitar bisa kembali normal, dan tidak ada gangguan pernapasan hingga jarak pandang yang terbatas akibat asap pekat dari kebakaran. (fyi/kun)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kemenkes Pastikan Stok Obat Bagi Korban Gempa NTT Aman Hingga 5 Hari ke Depan
• 9 jam lalu
0
thumb
Berkontribusi dalam pengembangan geotermal, ATR/BPN raih penghargaan
• 6 jam lalu
0
thumb
Kronologi Siswa SMA Tewas Usai Motor Tertabrak KRL Duri-Tangerang
• 17 jam lalu
0
thumb
Penumpang Transjakarta Menanti Halte di Jatiasih Bekasi...
• 23 jam lalu
0
thumb
41 Pasangan di Lamongan Ikut Isbat Nikah, Tertua 74 Tahun
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.