BEKASI, KOMPAS.com – Hampir dua tahun sejak beroperasi, penumpang Transjakarta rute B41 di Komsen Jatiasih, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, masih harus menunggu bus di pinggir jalan tanpa halte yang layak.
Antrean penumpang bahkan kerap memanjang di sepanjang trotoar, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Saat panas, penumpang berteduh di bawah pohon atau menggunakan payung.
Baca juga: Direncanakan Sejak Februari, Kenapa Halte Transjakarta Komsen Jatiasih Belum Dibangun?
Ketika hujan, mereka bahkan tak memiliki tempat perlindungan yang memadai.
Penumpang minta halte segera dibangunVisko Indianto (54), warga Jatiasih yang rutin menggunakan Transjakarta dari Komsen, menilai kondisi tersebut seharusnya menjadi perhatian pemerintah.
"Ini harusnya bagian tanggung jawab dari Pemda DKI dan Pemkot Bekasi untuk menyediakan fasilitas. Jangan kita dibiarkan seperti ini tanpa pelayanan yang maksimal," ujar Visko saat ditemui Kompas.com di lokasi, Rabu (19/8/2026).
Menurut Visko, fasilitas pendukung layanan Transjakarta perlu dilengkapi, termasuk di titik-titik pemberhentian yang berada di wilayah penyangga Jakarta.
"Jadi mungkin TJ harus berbenah diri, semua infrastruktur harus dilengkapi termasuk spot-spot yang pinggiran seperti ini," katanya.
Keluhan serupa disampaikan Bagus (56), penumpang yang sudah sekitar enam bulan menggunakan Transjakarta dari titik tersebut.
Baca juga: Halte Transjakarta Komsen Jatiasih Dibangun Tahun Ini, Pakai Dana CSR Rp 500 Juta
Selama itu, ia belum melihat adanya halte yang dapat digunakan penumpang untuk menunggu bus dengan nyaman.
"Rasanya prihatin pasti. Karena transportasi ini mendukung masyarakat untuk efisiensi. Tapi fasilitasnya belum lengkap," kata Bagus.
Menurut Bagus, keberadaan halte semakin dibutuhkan karena antrean penumpang di Komsen Jatiasih kerap memanjang.
"Kan kasihan kalau harus telantar di pinggir jalan. Kalau panas kepanasan, kalau hujan kehujanan," ujarnya.
Ia berharap halte yang dibangun nantinya tidak sekadar menjadi tempat berteduh, tetapi juga memiliki fasilitas penunjang bagi penumpang.
"Di Sentral Cawang itu bagus, ada AC, terus ada tempat charger juga," kata Bagus.
Warga patungan berikan bangkuMinimnya fasilitas tersebut bahkan mendorong komunitas GenBurgeract memberikan tiga bangku kayu untuk penumpang.
Bangku tersebut diberikan pada Senin (10/8/2026) sebagai bentuk kepedulian agar penumpang tidak harus terus berdiri saat menunggu bus.
Anggota GenBurgeract Jaka Prasetiyo (29) mengatakan, inisiatif itu muncul setelah melihat banyaknya penumpang yang menunggu di Komsen Jatiasih tanpa fasilitas tempat duduk.






Komentar (0)