Setelah Sempat Diperingatkan, Pria Tiongkok Malah Kembali untuk Kedua Kalinya dan Diam-Diam Memotret Pesawat Pembom B-2 AS

erabaru.net
1 bulan lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com  Pada 19 Agustus 2026 waktu Beijing, seorang warga negara Tiongkok mengabaikan peringatan untuk tidak memotret fasilitas penting dan peralatan militer AS. Ia berulang kali secara ilegal memotret pesawat pembom B-2 dan fasilitas militer lainnya di pangkalan militer AS, hingga akhirnya dijatuhi hukuman enam bulan penjara. Saat ini, ia ditahan oleh ICE dan menunggu untuk dideportasi ke Tiongkok.

Kantor Investigasi Khusus Angkatan Udara Amerika Serikat kembali menyebut kasus ini pada 13 Agustus.

Warga negara Tiongkok bernama Wu Qilin ditemukan pada Desember tahun lalu di dekat Pangkalan Angkatan Udara Whiteman, Missouri, diam-diam memotret pesawat pembom siluman B-2 “Spirit” serta berbagai fasilitas terkait pangkalan tersebut.

Menurut dokumen dakwaan, ketika pertama kali ditemukan oleh petugas patroli, Wu Qilin mengatakan bahwa ia datang untuk melihat pesawat pembom B-2. Saat itu, petugas patroli sudah secara jelas memperingatkannya agar tidak memotret fasilitas militer. Namun, keesokan harinya, ia kembali datang ke dekat pagar pangkalan. Setelah ditangkap, ia mengakui bahwa dirinya telah memotret pesawat pembom B-2.

Petugas penegak hukum kemudian menemukan 18 rekaman video di ponselnya. Selain pesawat pembom B-2, ia juga merekam pagar pangkalan, pintu masuk dan keluar, serta peralatan militer lainnya.

Wu Qilin juga mengakui bahwa sebelumnya ia pernah memotret pangkalan militer dan pesawat militer AS di Florida dan Virginia.

Pada Juli lalu, Pengadilan Federal Distrik Barat Missouri menjatuhkan hukuman enam bulan penjara kepada Wu Qilin berdasarkan Kitab Undang-Undang Amerika Serikat serta Perintah Eksekutif Presiden Nomor 10104. Karena sejak ditangkap ia terus ditahan, masa hukumannya pada dasarnya sudah hampir selesai. Saat ini, ia ditahan oleh ICE dan menunggu untuk dideportasi ke Tiongkok.

Para penyelidik mengatakan bahwa yang patut diperhatikan dari kasus ini bukan hanya tindakan memotret secara ilegal. Yang lebih penting adalah mengapa Wu Qilin kembali lagi setelah sebelumnya diperingatkan.

Selain pesawat militer, ia juga memotret lingkungan sekitar pangkalan dan infrastruktur. Menurut para penyelidik, tujuannya sangat jelas, yaitu menyediakan informasi intelijen militer bagi Partai Komunis Tiongkok. (***)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Manfaat Tidur di Kamar yang Gelap
• 6 jam lalu
0
thumb
Sempat Anjlok 11,57%, IHSG Dinilai Masih Akan Rawan Koreksi
• 6 jam lalu
0
thumb
Kembangkan Energi Surya Lebih dari Satu Dekade, SUN Ingin Industri Bersih Jadi Fondasi Pertumbuhan
• 4 jam lalu
0
thumb
Kapolri Sebut Kasus Suket Ijazah Gibran Proses Penyidikan, Berpotensi Pidana? | PARASOT
• 5 jam lalu
0
thumb
Survei PPI: Prabowo Unggul dalam Simulasi Pilpres 2029, KDM Teratas di Cawapres
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.