Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tengah memasifkan penyelenggaraan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di berbagai daerah. Salah satu tujuannya, yaitu meningkatkan skrining pada kasus tuberkulosis (Tb) di Indonesia.
"Jadi kasus Tb di Indonesia tahun lalu ada 1.090.000. Dan yang ditemukan baru 80 persen atau 867.000 kasus. Sehingga melalui CKG ini bisa mempercepat skrining kasus itu," kata Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus dikutip dari Antara, Kamis, 20 Januari 2026.
Benjamin mengatakan terdapat kasus Tb yang belum terdeteksi. Hal itu dapat diketahui dari tren data 2025 yang diperkirakan terdapat 1,09 juta kasus Tb, namun baru sekitar 867 ribu kasus atau 80 persen yang berhasil ditemukan.
Benjamin memastikan pemerintah menargetkan penemuan kasus Tb dapat ditingkatkan menjadi 90 persen pada 2026. "Tahun ini kita melakukan extraordinary, kita targetkan kalau bisa naik menjadi 90 persen," ungkap Benjamin.
Baca Juga :
Kemenkes Targetkan Imunisasi TBC Nasional Dimulai Bertahap pada 2029"Selain skrining kasus, pemerintah juga mendorong pemberian terapi pencegahan Tb kepada orang yang memiliki kontak erat dengan pasien, khususnya anggota keluarga yang tinggal serumah," terang Benjamin.
Berdasarkan data Kemenkes, target nasional pemberian terapi pencegahan Tb kepada kontak serumah pada 2025 mencapai 72 persen. Namun, capaian di sejumlah daerah masih berada di bawah target tersebut.
Ilustrasi tuberkulosis. Foto: Medcom.id.
Banten menjadi provinsi dengan capaian tertinggi dibandingkan sejumlah daerah lainnya, yakni 61 persen. Selanjutnya, Jawa Timur mencapai 46 persen dan Jawa Tengah sebesar 28 persen.
Capaian terendah tercatat di Papua Pegunungan dengan nol persen. Sedangkan, Sulawesi Utara dan Aceh masing-masing baru mencapai satu persen.
"Jadi melalui media ini, kita memanfaatkan media, kalian tolong kami sehingga mengajak masyarakat untuk CKG sehingga mudah diketahui kalau ada sakit, ditemukan, diobati, jadi kasus Tb akan turun dengan CKG ini," ujar Benjamin.




Komentar (0)