Investor pemburu dividen bisa melirik sejumlah saham dengan imbal hasil dividen atau dividend yield yang mencapai dua digit.
IDXChannel - Investor pemburu dividen bisa melirik sejumlah saham dengan imbal hasil dividen atau dividend yield yang mencapai dua digit dengan valuasi yang terbilang menarik.
Berdasarkan data yang dihimpun, PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) menjadi yang tertinggi dengan dividend yield mencapai 18,83 persen.
Tak hanya tinggi saat ini, BSSR juga mencatat rata-rata dividend yield tiga tahun sebesar 17,45 persen dengan rekam pembayaran dividen selama 12 tahun berturut-turut.
Di bawah BSSR, terdapat PT Astra Graphia Tbk (ASGR) dengan dividend yield 13,54 persen. Rata-rata yield tiga tahun ASGR berada di level 6,58 persen.
Kemudian PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar 11,49 persen, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) 11,20 persen, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) 11,09 persen.
Selanjutnya, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) mencatat dividend yield 10,96 persen, diikuti PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) sebesar 10,63 persen dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) sebesar 10,31 persen.
Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatat 9,78 persen dan PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) sebesar 8,86 persen.
Dari sisi konsistensi, mayoritas saham tersebut juga memiliki rekam pembayaran dividen yang panjang. BMRI, BBRI, BBNI, UNVR, ASGR, dan ADRO tercatat memiliki dividend payment streak selama 18 tahun.
BSSR telah membayarkan dividen selama 12 tahun, BJTM 14 tahun, SIDO 13 tahun, dan POWR 11 tahun.
Menariknya, beberapa saham juga menawarkan valuasi yang relatif rendah.
BBNI memiliki current PE sebesar 6,19 kali, disusul BMRI 6,37 kali dan BSSR 6,76 kali. Sebaliknya, SIDO memiliki PE tertinggi dalam daftar, yakni 15,64 kali.
Namun, tingginya dividend yield tidak serta-merta menjadikan saham tersebut pilihan terbaik.
Investor tetap perlu memperhatikan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dan arus kas, kebijakan pembagian dividen, serta keberlanjutan pembayaran dividen ke depan.
Hal ini penting terutama pada ADRO, yang memiliki rata-rata dividend yield tiga tahun mencapai 41,80 persen, jauh di atas yield saat ini sebesar 10,31 persen.
Perbedaan tersebut menunjukkan adanya pengaruh pembayaran dividen besar pada periode sebelumnya. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.






Komentar (0)