Johannes De Britto, Pelukis Rohani Katolik yang Berkarya Menggunakan Media Kopi

kompas.tv
11 jam lalu
Cover Berita
Johannes De Britto, pelukis rohani Katolik sekaligus aktor Indonesia (Sumber: TikTok/pelukiskopi)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Johannes De Britto memiliki cara unik dalam mengekspresikan kecintaannya terhadap seni sekaligus pelayanan rohani Katolik.

Pelukis sekaligus aktor ini memilih kopi sebagai media untuk menghasilkan lukisan-lukisan bertema Yesus, Bunda Maria, dan berbagai karya rohani Katolik lainnya.

Kecintaan Johannes terhadap dunia seni lukis telah tumbuh sejak usia dini. Ia mengaku mulai menggemari kegiatan melukis ketika berusia sekitar 5 tahun.

Pada masa itu, ia masih menggunakan berbagai media seperti cat minyak dan cat akrilik untuk menghasilkan karya.

Seiring berjalannya waktu, perjalanan Johannes dalam seni lukis mengalami perubahan. Jika sebelumnya ia membuat lukisan dengan tema umum, pengalaman hidup kemudian membawanya untuk lebih mendalami lukisan rohani Katolik.

Baca Juga: Film Operasi Pesta Copet Tayang 27 Agustus 2026, Kisah Persahabatan di Balik Aksi Nekat di Pestapora

Berawal dari Kegemaran Melukis Sejak Kecil

Johannes mengaku telah mengenal dunia lukis sejak masih berusia 5 tahun. Saat kecil hingga dewasa, ia membuat berbagai jenis lukisan menggunakan media yang umum digunakan oleh para pelukis.

"Memang saya sejak kecil usia 5 tahun memang mulai menggemari melukis ya. saya mulai dari usia 5 tahun tapi masih dengan menggunakan warna jadi cat minyak, cat akrilik, dan lain-lain itu," ujar Johannes, dikutip dari YouTube Komsos Jetis.

Pada awalnya, Johannes tidak secara khusus membuat lukisan bertema rohani. Ia mengerjakan berbagai lukisan umum, termasuk objek penari dan tema lain yang biasa ditemukan dalam karya seni lukis.

Namun, perjalanan hidup yang diwarnai kondisi kesehatan membuatnya kemudian menemukan arah baru dalam berkarya.

Baca Juga: Jemput Bola hingga Tingkat Kelurahan, Pendaftaran Perlinsos Kota Mojokerto Peringkat 4 Nasional

Pengalaman Pribadi Membawanya ke Lukisan Rohani

Johannes mengungkapkan sejak kecil hingga dewasa kerap mengalami masalah kesehatan. Ia kemudian mengalami pengalaman yang membuatnya semakin dekat dengan karya-karya bertema rohani Katolik.

Ia pernah melukis sosok Yesus dan merasakan kondisi kesehatannya membaik. Setelah kembali melukis karya umum, kondisi kesehatannya kembali terganggu. Pengalaman tersebut kemudian berulang ketika ia melukis figur-figur rohani seperti Yesus dan Bunda Maria.

"Pernah sekali saya melukis Yesus kemudian sembuh kemudian lanjut lagi melukis yang biasa lagi, kemudian saya sakit lagi, saya lebih banyak sakitnya daripada sembuhnya, saya melukis Yesus saya mulai sembuh, saya melukis bunda maria saya sembuh," kata Johannes.

Pengalaman tersebut membuat Johannes memutuskan lebih fokus mengerjakan lukisan rohani Katolik. Ia mengatakan, keputusan itu juga menjadi bagian dari keinginannya untuk tetap sehat sekaligus memberikan pelayanan melalui seni.

"Saya dalam hati saya pengen sehat, jadi ya saya melukis khusus lukisan rohani, jadi sekarang gak ada penyakit apapun, dulu saya alergi asma dan lain-lain, sekarang tidak ada apa-apa, sehat aja," ujarnya.

Memilih Kopi sebagai Media Lukisan

Selain tema rohani Katolik, karya Johannes memiliki keunikan lain, yakni penggunaan kopi sebagai media melukis. Kopi yang identik sebagai minuman sehari-hari justru dimanfaatkan untuk menghasilkan karya seni bernuansa rohani.

Bagi Johannes, penggunaan kopi menjadi bentuk kesederhanaan yang ingin ia hadirkan melalui karya-karyanya. Lukisan Yesus, Bunda Maria, dan karya rohani Katolik lainnya dibuat dengan media yang sederhana tersebut.

"Jadi saya senang sekali melayani di bidang kerohanian Katolik khususnya di bidang seni lukis," katanya.

Penggunaan kopi membuat karya Johannes memiliki karakter tersendiri. Ia tidak hanya menghadirkan lukisan dengan tema keagamaan, tetapi juga menawarkan pendekatan berbeda melalui material yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Karya untuk Gereja hingga Kolektor

Johannes menyebut pelayanan melalui seni menjadi salah satu tujuan utama dari kegiatan melukis yang dilakukannya. Karya-karyanya dipersembahkan untuk gereja-gereja yang sedang membangun, panti asuhan, maupun paroki-paroki yang membutuhkan lukisan rohani.

Ia juga ingin membawa karya-karyanya kepada para kolektor yang membutuhkan lukisan Yesus, Bunda Maria, serta karya rohani Katolik lainnya untuk kepentingan devosi dan doa di rumah.

"Misi utamanya adalah itu. Tujuan utama saya memang membawa lukisan-lukisan saya ini untuk ke seluruh paroki, ke seluruh bapak-ibu kolektor semua yang mungkin membutuhkan lukisan-lukisan Yesus, Bunda Maria dan lukisan rohani Katolik untuk berdevosi dan juga untuk doa di rumah," tutur Johannes.

Menurutnya, karya-karya tersebut tidak sekadar menjadi benda seni, tetapi juga dapat digunakan sebagai bagian dari kegiatan devosi. Ia ingin karya seni yang dibuatnya dapat hadir di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari kehidupan rohani umat Katolik.

"Memang ini menjadi hal yang sangat unik karena terbuat dari kopi, sebuah kesederhanaan yang kami suguhkan memang untuk sebuah devosi yang bagus dan indah," ujar Johannes.

Di luar aktivitasnya sebagai pelukis, Johannes de Britto juga dikenal sebagai seorang aktor. Namanya tercatat terlibat dalam sejumlah produksi film, di antaranya "Kelambu", "Ruwatan", "Presence of Mind", "In The Never Ending Whirl Of A Reel", "Maaf. Terima Kasih", "LUKAS PULANG", dan lainnya.

Keterlibatannya di dunia seni peran menunjukkan bahwa aktivitas Johannes tidak hanya berada di bidang seni lukis. Ia juga mengeksplorasi dunia perfilman melalui peran sebagai aktor.

Ia juga membagikan kegiatan sehari-harinya melalui akun Instagram pribadinya @pelukis_kopi dan akun TikTok @pelukiskopi.

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Dian Nita Editor : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV

Tag
  • Johannes De Britto
  • pelukis kopi
  • pelukis rohani katolik
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Daftar Lengkap 7 Pejabat Eselon II Pemprov DKI yang Dirotasi, Pramono Ibaratkan seperti Pemain Bola
• 19 jam lalu
0
thumb
Gempa Magnitudo 7,7 Guncang NTT, Pegadaian Salurkan Bantuan ke 6 Kabupaten
• 17 jam lalu
0
thumb
Komisi II Tunggu ‘Output’ soal RUU Pemilu dari Pertemuan Sekjen Parpol
• 2 jam lalu
0
thumb
Trump Mau Temui Kim Jong Un, Hubungan AS-Korsel di Ujung Tanduk?
• 16 jam lalu
0
thumb
AS dan UEA Bahas Keamanan Selat Hormuz di Tengah Kesepakatan Pelayaran Iran-Oman
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.