Pantau - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio dan Penasihat Keamanan Nasional Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Tahnoon bin Zayed Al Nahyan membahas situasi keamanan di Selat Hormuz melalui sambungan telepon di tengah perkembangan perundingan Iran dan Oman mengenai pelayaran di perairan strategis tersebut.
Pembicaraan itu disampaikan Departemen Luar Negeri AS pada Rabu (19/8/2026), dengan isu kebebasan navigasi di Selat Hormuz menjadi salah satu perhatian Washington.
AS Tekankan Kebebasan Navigasi Selat HormuzWakil Juru Bicara Utama Departemen Luar Negeri AS Tommy Pigott mengatakan Rubio dan Sheikh Tahnoon turut membahas sejumlah persoalan keamanan regional, termasuk situasi di Lebanon.
"Keduanya membahas sejumlah isu keamanan regional, termasuk Lebanon, serta koordinasi berkelanjutan antara AS dan UEA untuk meminta pertanggungjawaban Iran dan kelompok proksinya yang dikategorikan sebagai organisasi teroris atas serangan yang terus berlangsung. Menteri Rubio menekankan pentingnya kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz," kata Pigott.
Departemen Luar Negeri AS tidak memberikan informasi lebih lanjut mengenai hasil pembicaraan Rubio dan Sheikh Tahnoon tersebut.
Iran dan Oman Capai Kesepakatan Peta PelayaranJuru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei sebelumnya mengatakan Iran dan Oman telah mencapai kesepakatan mengenai peta pelayaran di Selat Hormuz.
Kesepakatan tersebut muncul ketika situasi Selat Hormuz menjadi perhatian di tengah ketegangan yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya juga menanggapi perundingan Muscat dan Teheran terkait pengendalian Selat Hormuz dengan menyatakan AS akan menyerang Oman apabila negara tersebut "menghalangi".
Selat Hormuz merupakan jalur perairan yang kini menjadi salah satu fokus pembicaraan keamanan regional antara AS dan UEA sekaligus perundingan pelayaran antara Iran dan Oman.





Komentar (0)