Liputan6.com, Jakarta - PT Pegadaian (Persero) bergerak menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan diberikan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pegadaian Peduli sebagai bentuk kepedulian untuk meringankan beban warga terdampak.
Pada tahap awal, bantuan yang disalurkan Pegadaian Kantor Wilayah Denpasar difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat. Paket logistik yang diberikan mencakup bahan pangan pokok atau sembako, air bersih, perlengkapan bayi dan balita, obat-obatan, hingga kebutuhan sanitasi.
Advertisement
Pegadaian juga menyediakan fasilitas perlindungan sementara berupa tenda pengungsian, selimut, dan tikar lipat. Tim Pegadaian turun langsung menyalurkan bantuan tersebut pada Senin (17/8/2026). Penyaluran dilakukan ke sejumlah titik di enam wilayah, yakni Kabupaten Sikka, Nagekeo, Ende, Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan dapat diterima secara cepat sekaligus tepat sasaran oleh masyarakat yang membutuhkan.
Pegadaian Siap Dampingi hingga Masa Pemulihan
Direktur Jaringan dan Operasi PT Pegadaian (Persero), Eka Pebriansyah mengatakan, penyaluran bantuan menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya mereka yang terdampak bencana.
“Melalui Pegadaian Peduli ini, Pegadaian berkomitmen untuk tidak hanya hadir pada fase tanggap darurat saja, melainkan juga berkomitmen mendampingi masyarakat hingga fase pemulihan pascabencana. Saat ini, Pegadaian tengah melakukan inventarisasi dan pendataan terhadap nasabah maupun fasilitas operasional yang terdampak,” ujarnya.
Komitmen tersebut disampaikan menyusul gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah NTT, terutama kawasan utara Flores dan Nagekeo. Gempa tersebut dipicu aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores (Flores Back-Arc Thrust).
Peristiwa ini sekaligus kembali menjadi pengingat mengenai tingginya aktivitas zona tektonik di wilayah Nusa Tenggara. Merespons kondisi darurat tersebut, Pegadaian langsung melakukan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, serta jaringan kantor cabang Pegadaian terdekat di wilayah NTT.
Koordinasi dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai kebutuhan mendesak para penyintas yang berada di lokasi pengungsian.
Siapkan Bantuan Tahap Lanjutan
Pegadaian juga terus memantau perkembangan situasi di kawasan terdampak. Perseroan membuka peluang untuk menyalurkan bantuan tahap berikutnya dengan menyesuaikan dinamika kebutuhan masyarakat di lapangan. Sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga kebencanaan, serta berbagai elemen masyarakat diharapkan dapat mempercepat dan mengoptimalkan penanganan dampak gempa di NTT.
Upaya tersebut sekaligus menegaskan bahwa dukungan Pegadaian tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan warga pada masa tanggap darurat, tetapi juga diarahkan untuk mendampingi masyarakat memasuki tahapan pemulihan pascabencana.





Komentar (0)