Dompet Dhuafa Kirim 9 Ton Bantuan Tahap Pertama untuk Korban Gempa NTT

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dompet Dhuafa mengirimkan sembilan ton bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan berupa kebutuhan dasar, seperti pangan dan hygiene kit, tersebut dikirim melalui dua jalur distribusi, yakni tiga ton melalui jalur laut dan enam ton melalui jalur darat.

Ini sebagai bagian dari respons cepat untuk memenuhi kebutuhan mendesak para penyintas. Dompet Dhuafa menargetkan pengiriman 81 ton bantuan kemanusiaan secara berkala ke NTT.

Baca Juga
  • Di Bawah Tenda, Penyintas Gempa di Mbay Menunggu Bantuan
  • Jejak Abbasiyah di Tapanuli: Temuan Koin Dirham dan Korespondensi Sriwijaya dengan Khalifah
  • PJJ dan WFH di Jakarta Hari Ini, Pramono: Arahan Pemerintah Pusat

Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini mengatakan, respons dilakukan sejak hari pertama bencana dengan mengerahkan tim untuk membantu penyelamatan korban dan memenuhi kebutuhan darurat masyarakat.

"Dompet Dhuafa sejak hari pertama sudah langsung respons, mengirimkan bantuan, bisa disebut seperti bantuan reaksi cepat yang pertama kali kita kirimkan untuk menangani situasi-situasi darurat," kata Ahmad kepada Republika di Sasana Budaya Gedung Filantropi Dompet Dhuafa saat press conference Respons Bencana dan Pemberangkatan Bantuan Logistik untuk Penyintas Bencana di NTT, Selasa (18/8/2026).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Menurut Ahmad, fase awal penanganan bencana diprioritaskan untuk menyelamatkan nyawa, termasuk membantu korban yang tertimpa atau terhimpit bangunan. Setelah itu, bantuan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan makanan, layanan kesehatan, tempat pengungsian, dan kebutuhan dasar lainnya.

Dompet Dhuafa juga memperhatikan kebutuhan kelompok rentan di pengungsian, termasuk kebutuhan bayi dan perempuan seperti pembalut yang terkadang luput dari distribusi bantuan.

View this post on Instagram

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Nangis Ketika Nonton Drakor? Ini 3 Alasan Menurut Psikologisnya
• 1 jam lalu
0
thumb
520 Nama Anak Perempuan Inggris Cantik Huruf A Sampai Z!
• 21 jam lalu
0
thumb
Dari Martabak hingga Es Teler, Jejak Kental Manis di Jajanan Tradisional
• 1 jam lalu
0
thumb
Menteri Jumhur Sayangkan Negara Besar Mundur dari Tanggung Jawab Kolektif Pulihkan Lingkungan
• 9 jam lalu
0
thumb
Komdigi Tindak 3,7 Juta Konten Judi Online, 32.500 Rekening Ditutup
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.