Dari Martabak hingga Es Teler, Jejak Kental Manis di Jajanan Tradisional

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Di tengah tren dessert yang silih berganti, jajanan tradisional tetap punya tempat tersendiri di hati banyak orang Indonesia. Dari yang sederhana hingga kaya isian, banyak di antaranya yang masih bertahan dan dinikmati oleh lintas generasi.

Satu hal yang membuat jajanan lokal begitu menarik adalah perpaduan rasa dan teksturnya. Ada yang kenyal, lembut, gurih, hingga legit dalam satu sajian. Menariknya lagi, rasa klasik itu kerap dikombinasikan dengan satu bahan yang membuat rasanya makin istimewa.

Yup! Kental manis jadi salah satu bahan tambahan yang sudah akrab dalam berbagai makanan ringan khas Nusantara. Namun, jauh sebelum hadir di meja makan dan gerobak jajanan, kental manis punya perjalanan panjang hingga akhirnya dikenal luas di Indonesia, lho.

Sejarah Kental Manis: dari Kebutuhan hingga Jadi Bagian dari Keseharian

Bisa dibilang, kental manis ternyata punya sejarah yang cukup panjang. Awalnya, produk ini hadir sebagai solusi agar susu bisa disimpan lebih lama.

Ya, pada pertengahan abad ke-19, teknologi pendingin makanan masih sangat terbatas. Produk-produk makanan seperti susu pun cepat rusak dan sulit dibawa dalam perjalanan jauh. Melihat fenomena tersebut, seorang pebisnis asal Amerika Serikat, Gail Borden, memiliki ide untuk mengembangkan inovasi susu kental dalam kemasan kaleng.

Gail Borden menciptakan metode menguapkan air dari susu menggunakan panci vakum bertekanan rendah dan menambahkan gula sebagai pengawet alami sekaligus membantu mempertahankan tekstur susu agar tidak mudah rusak.

Kental manis pun langsung populer karena dinilai lebih mudah disimpan dan didistribusikan. Bahkan pada masa Perang Dunia I dan II, produk ini menjadi salah satu bahan pangan yang banyak dibawa tentara karena praktis sekaligus memiliki kandungan energi yang cukup tinggi.

Kepopuleran kental manis pun meluas ketika dua pengusaha asal Amerika, Charles dan George Page, mengadaptasi teknologi Borden untuk membangun industri kental manis komersial pertama di benua Eropa, tepatnya di Swiss. Penggunaan kental manis juga meluas, tidak hanya sebagai minuman, namun juga ditambahkan ke berbagai kue.

Jejak Kental Manis di Jajanan Lokal

Jejak perjalanan kental manis di Indonesia dimulai pada 1922, tepatnya ketika berbagai produk pangan dalam kemasan modern mulai masuk dan dikenal masyarakat. Pada masa itu, Frische Vlag—yang kini dikenal sebagai Frisian Flag— hadir sebagai salah satu produk berbasis susu yang praktis karena dapat disimpan lebih lama dibandingkan susu segar.

Kehadirannya perlahan menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Karakter rasanya yang nikmat dan creamy membuatnya mudah dipadukan dengan berbagai bahan yang sudah lebih dulu akrab di dapur Indonesia, mulai dari buah-buahan, es serut, ketan, hingga aneka jajanan berbahan tepung.

Dari sinilah kental manis tak lagi sekadar menjadi campuran minuman. Perpaduan antara kental manis dan bahan-bahan lokal akhirnya melahirkan beragam kreasi jajanan lokal yang nikmatnya tak lekang oleh waktu.

5 Jajanan Lokal yang Makin Nikmat berkat Kental Manis1. Martabak Manis khas Bangka Belitung

Di daerah asalnya, Bangka Belitung, martabak manis dikenal dengan sebutan hok lo pan dan awalnya dibuat dengan topping sederhana seperti gula dan wijen. Seiring perkembangan zaman, martabak manis hadir dengan semakin banyak pilihan topping, salah satu kombinasi klasiknya adalah meses, keju, dan kental manis.

Tekstur martabak yang empuk berpadu dengan kental manis membuat cita rasa jajanan ini semakin legit, sehingga cocok dinikmati oleh seluruh keluarga.

Selain membelinya, kamu juga bisa membuatnya sendiri di rumah dengan resep berikut ini! Jangan lupa tambahkan Frisian Flag Creamy Kental Manis agar makin nikmat dan creamy.

2. Es Teler khas Jakarta

Es teler dikenal sebagai salah satu minuman lokal yang hingga kini masih populer, terutama di Jakarta. Dalam satu mangkuk, es teler biasanya berisi perpaduan buah dan aneka isian, seperti alpukat, nangka, kelapa muda, hingga sagu mutiara.

Makin istimewa lagi karena adanya tambahan kental manis yang menambah tekstur creamy pada kuah es teler. Rasanya yang manis berpadu dengan segarnya buah-buahan, membuat es teler cocok dinikmati di tengah cuaca tropis Indonesia. Nah, kamu juga bisa cobain sendiri resepnya di sini!

3. Jagung Susu Keju khas Jawa Barat

Sesuai namanya, jajanan lokal yang pertama kali populer di Bandung, Jawa Barat, ini memadukan tiga bahan utama, yaitu jagung, keju, dan kental manis.

Jadi, jagung manis yang disajikan hangat kemudian diberi siraman kental manis dan taburan keju. Meski menggunakan bahan yang sederhana, perpaduan rasa manis, gurih, dan creamy membuat cita rasanya terasa istimewa. Cara membuatnya pun mudah, kok! Yuk, cek resep nikmatnya dengan tambahan Frisian Flag Creamy Kental Manis di sini.

4. Es Dawet Selasih khas Jawa Tengah

Dawet merupakan minuman tradisional yang lekat dengan kuliner Jawa Tengah. Ciri khasnya terletak pada butiran dawet bertekstur lembut yang disajikan bersama es, santan, serta biji selasih sebagai penambah tekstur.

Sajian ini juga kerap dipadukan dengan kental manis untuk menghadirkan rasa yang lebih nikmat dan creamy. Segar sekaligus legit, es dawet selasih cocok dinikmati kapan saja. Yuk, cek resepnya di sini.

5. Ketan Susu khas Jakarta

Selain es teler, ketan susu juga menjadi jajanan yang identik dengan Jakarta, khususnya kawasan Kemayoran. Sajian ini berbahan utama ketan pulen yang dipadukan siraman kental manis di atasnya.

Ketan susu juga kerap disajikan dengan berbagai topping tambahan, seperti kelapa parut, meses, keju, hingga durian. Rasanya yang manis dengan tekstur lembut membuat setiap suapan terasa nyaman di mulut. Pernah coba membuatnya sendiri? Intip resep praktisnya di sini, ya!

Selain lima jajanan lokal di atas, masih ada banyak sajian dengan tambahan kental manis yang tak kalah nikmat. Langsung temukan inspirasi resep-resepnya di website Frisian Flag agar bisa langsung mencobanya di rumah.

Jangan lupa pakai Frisian Flag Creamy Kental Manis agar rasanya makin nikmat dan creamy!


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Purbaya pastikan pengalihan status guru PPPK tak ganggu kondisi fiskal
• 14 jam lalu
0
thumb
Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini 19 Agustus, Dibuka di 5 Titik
• 4 jam lalu
0
thumb
Sebelum Menikah dengan Rachel Florencia, 5 Wanita Ini Pernah Mewarnai Kisah Asmara Dikta
• 9 jam lalu
0
thumb
Anies Dinilai Terlalu Bersih untuk Berpasangan dengan Gibran
• 23 jam lalu
0
thumb
Kemenkes Dirikan Dua RS Lapangan Bantu Korban Gempa NTT
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.