JAKARTA, KOMPAS.com - Dewan Pimpinan Rakyat (DPR) RI menerima dua surat presiden (surpres) dari Presiden RI Prabowo Subianto.
Pembacaan dua surpres ini disampaikan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, dalam Rapat Paripurna DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Pertama, surpres mengenai nama calon Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Saat surpres dibacakan di rapat, Dasco belum membacakan nama calon bos bursa mineral itu.
"R-38 tanggal 10 Agustus 2026 hal calon Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan," ujar Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, dalam Rapat Paripurna DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Baca juga: Prabowo Ajukan KRI Ki Hajar Dewantara Dijual, Kirim Surpres ke DPR
Secara terpisah, Ketua DPR RI Puan Maharani mengungkap calon tunggal Kepala Bursa Mineral dan Komoditas Strategis kepada DPR yang diusulkan Prabowo adalah Sarjito.
Menurut Puan, nama M Sarjito akan segera diproses sesuai mekanisme oleh Komisi XI DPR.
“Begitu juga terkait dengan OJK, OJK juga akan diproses sesuai mekanismenya di Komisi XI, kami sudah tugaskan. Namanya itu Pak M Sarjito. Pak M Sarjito yang nantinya akan diproses sesuai mekanismenya di Komisi XI,” kata Puan, dalam keterangannya.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo telah mengumumkan rencana pemerintah membentuk bursa mineral dan komoditas strategis.
Bursa tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 1 Januari 2027.
Bursa akan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan, OJK.
Pembentukannya menjadi tahap lanjutan kebijakan ekspor satu pintu pemerintah.
“Hari ini saya mengumumkan tahap lanjutan kebijakan ekspor satu pintu kita. Kita telah membahas bersama OJK bahwa kita ingin segera mendirikan bursa mineral dan komoditas strategis,” ujar Prabowo, saat Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2027 di DPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Baca juga: Mensesneg Bantah Ada Surpres Pergantian Kapolri
Prabowo mengatakan, Indonesia selama puluhan tahun menjadi salah satu produsen terbesar berbagai komoditas penting dunia.
Komentar (0)