Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan tengah menyiapkan langkah untuk mendorong PT Timah Tbk (TINS) kembali membeli bijih timah hasil produksi masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengatakan persoalan tersebut menjadi perhatian utama pemerintah setelah terjadi aksi perusakan dan pembakaran kantor unit PT Timah di Kabupaten Belitung Timur.
“Pemerintah sangat prihatin dengan persoalan ini dan berusaha mencarikan solusi terhadap masalah yang kita hadapi bersama,” ujar Yusril dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Hasil rapat pemerintah bersama sejumlah pihak menyepakati perlunya mendorong PT Timah untuk segera membeli bijih timah yang diproduksi masyarakat dengan harga yang memiliki nilai ekonomi yang layak.
"Oleh karena itu PT Timah dapat segera melakukan pembelian terhadap timah yang beredar di masyarakat, yang diproduksi oleh rakyat, walaupun tentu ke depannya tidak bisa kita biarkan terus seperti itu," tegasnya.
Di sisi lain, pemerintah juga tengah mempercepat penyusunan Peraturan Presiden (Perpres) tentang pertimahan melalui Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan Kementerian Hukum.
Sembari menunggu Perpres tersebut rampung, pemerintah membentuk tim kecil yang dipimpin Wakil Menteri Koordinator Imipas Otto Hasibuan. Tim ini akan merumuskan kebijakan sekaligus dasar hukum bagi PT Timah untuk membeli bijih timah yang beredar di masyarakat hingga Perpres pertimahan diterbitkan.
Baca Juga: Prabowo Pamer Kinerja BUMN, Laba PT Timah Meroket 804,7% Usai Tambang Ilegal Ditutup
Baca Juga: Ahok Soroti Harga Beli Timah Rakyat, 'Harus Sesuai Harga Pasaran'
Baca Juga: Pemerintah Susun Perpres Khusus Bagi PT Timah, Gegara Ini
Sebelumnya, aksi unjuk rasa yang mengatasnamakan masyarakat penambang sempat digelar di Kantor PT Timah dan Gudang Bijih Timah (GBT) di Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Jumat (7/8/2026). Aksi tersebut diduga dipicu tuntutan masyarakat terkait harga pembelian bijih timah di Kabupaten Belitung Timur.
Massa antara lain menuntut kenaikan harga pembelian bijih timah di Kabupaten Belitung Timur serta meminta meja goyang yang bukan mitra PT Timah atau kolektor dapat membeli bijih timah dari masyarakat.
Namun, karena pihak PT Timah belum kunjung hadir, massa kembali memasuki gedung dan melakukan perusakan terhadap sejumlah fasilitas serta kendaraan milik perusahaan.






Komentar (0)